/
Selasa, 25 April 2023 | 18:33 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di depan kediaman Presiden Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (22/4/2023). (YouTube Sekretariat Presiden)

Serang Suara - Pasca pertemuan antara Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi, di Solo Jawa Tengah, Sabtu (22/4/2023) membuat publik penasaran.

Apalagi pertemuan itu pasca deklarasi Ganjar Pranowo dari PDI Perjuangan pekan lalu. Walau begitu, dengan tegas Prabowo Subianto ogah jadi pendamping Ganjar Pranowo, demi menjaga marwah Rampimnas tahun lalu yang digelar Partai Gerindra.

Bahkan hasil rapat pimpinan nasional Partai Gerindra tentang Prabowo Subianto jadi bakal calon presiden Indonesia, dikuatkan Ahmad Muzani kepada jurnalis, Selasa (25/4/2023).

Walau demikian, dari dialek pertemuan antara pemimpin politik dan tokoh politik itu kata politisi senior PDI Perjuangan Panda Nababan, cuma hal biasa dan tidak ada yang istimewa.

Akan tetapi dari inti pembicaraan, Panda Nababan memaknai bahwa Prabowo Subianto selain sebagai menteri Jokowi di kabinet tentu ia juga seorang ketua umum partai politik.

"Kalau proporsional, kan bukan Prabowo saja menteri yang datang ke Jokowi, kita tunggu saja nanti," ungkap politisi senior PDIP Panda Nababan.

Wakil Ketua Partai Gerindra Habiburokhman (sumber: Suara.com/Novian Ardiansyah)

 

Tidak Ada Intervensi Partai

Sebelumnya Wakil Ketua Partai Gerindra Habiburokhman angkat suara, ia mengatakan kalau Partai Gerindra sangat menghormati apa yang kemudian keputusan dari PDI Perjuangan terkait pencapresan Ganjar Pranowo.

"Kami pun dari Gerindra menyampaikan selamat kepada Mas Ganjar Pranowo. Walau begitu kami tentu menghormati konstitusional PDI Perjuangan," ungkap Habiburahman, Selasa (25/4/2023).

Menurut Habiburokhman, Partai Gerindra dalam posisi saat ini tidak sedang dan atau melakukan intervensi hak konstitusional tersebut.

Baca Juga: Tegas! Isi Pembicaraan Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi Dibongkar Ahmad Muzani

"Saya rasa wajar yaa, karena semua partai itu pasti mendorong para kader maju, apalagi sebagai calon presiden termasuk di internal Partai Gerindra sendiri," ungkapnya.

Secara garis politik dan etika, bahwa sama-sama kita mengetahui bahwa PDI Perjuangan merupakan partai politik dengan perolehan suara yang cukup dengan menempatkan kader di legislatif.

"Ya secara gamblang menurut kami PDI Perjuangan bisa saja mencalonkan tanpa harus berkoalisi dengan partai lain," menurut pandangannya.

Kendati demikian, Habiburokhman tidak ingin bersuara banyak, "Saya tidak bisa menyatakan mungkin atau tidak mungkin soal yang kawan-kawan tanya 'Pak Prabowo Cawapres Ganjar Pranowo'. Itu belum bisa saya komen ya," tutup Habiburahman. [Kariadil Harefa]

Load More