/
Jum'at, 05 Mei 2023 | 11:11 WIB
Aksi Koboi Jalanan di Jakarta Barat (Tangkapan layar)

Aksi koboi jalanan kembali terjadi dan terekam kamera yang kemudian viral di media sosial. Dalam unggahan video yang tersebar luas terlihat seorang pria memaki pengendara lain seorang pengemudi taksi daring bernama Hendra.

Aksi pria yang mengamuk di jalanan ibu kota tepatnya di ruas tol Janger, Kebon Jeruk, Jakara Barat, Kamis (4/5/2023) malam itu dipicu lantaran tidak terima mobil yang dikendarai disalip oleh korban. 

Lantas pria yang berbadan gemuk tersebut menghentikan laju kendaraan Hendra. Terduga pelaku yang mengendarai sedan dengan plat dinas mirip kepolisian yakni 10011-VII kemudian menghampiri Hendra yang masih terpaku di dalam mobil.

Sembari menenteng yang mirip dengan senjata api, pelaku memaki-maki Hendra dengan kata-kata tak pantas.

"Udah motong gue gob*** an**** lu enggak ada sori-sorinya," kata terduga pelaku, dikutip dari video, Jumat (5/5/2023).

Tidak sampai disitu, pelaku juga melakukan kekerasan fisik dengan melayangkan bogem mentah ke wajah Hendra. Pelaku juga meminta hendra turun dari mobil untuk duel jalanan bersama dirinya.

Sementara itu rekan Hendra, Panjul menyebut jika korban saat ini belum bisa memberikan keterangan kepada awak media lantaran masih syok akibat peristiwa yang dialaminya. 

“Lagi agak syok,” kata Panjul dalam sambungan telepon, Jumat (5/5/2023).

Panjul mengaku jika saat ini dia bersama Hendra sedang bersiap untuk membuat laporan ke Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Kisah Risma Berhasil Keluar dari Zona Bahaya Konflik Militer Sudan

“Lagi siap-siap bikin LP, sudah di Polda jadinya untuk saat ini belum bisa ngasih wawancara dulu ya,” kata Panjul.

Saat ditanya lebih lanjut soal peristiwa yang dialami oleh rekannya, Panjul menolak memberikan keterangan karena tidak berani menjelaskan secara gamblang.

“Kalau untuk peristiwanya lebih lanjut ke korbannya saja ya, untuk masalah TKP dan posisinya seperti apa soalnya kita tidak berani untuk menjelaskannya,” katanya.

“Walaupun korban sudah menjelaskan tapi kita tidak berani karena nanti takutnya ada salah komunikasi,” imbuhnya.

Load More