News / Nasional
Jum'at, 05 Mei 2023 | 10:47 WIB
Aksi koboi jalanan di Jakarta Barat, pelaku pakai mobil dengan plat dinas Polri. [Tangkapan layar]

Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI Santoso meminta Polri menertibkan penggunaan pelat nomor kendaraan dinas milik kepolisian. Permintaan ini menyusul aksi koboi jalanan seorang pria dengan mobil yang diduga berpelat dinas kepolisian.

Aksi koboi jalanan itu terekam kamera dan kemudian viral lantaran melakukan penganiayaan terhadap sopir taksi online.

"Dengan kejadian ini Polri harus menertibkan pelat nomor bagi kendaraan yang tidak ada hubungannya dengan tugasnya sebagai anggota Polri," kata Santoso dihubungi, Jumat (5/5/2023).

Menurut Santoso penertiban pelat nomor dinas kepolisian itu sebagai salah satu cara mencegah tindakan koboi para pengendara.

"Harus ditertibkan pelat nomor agar tidak ada lagi orang yang arogan," ujarnya.

Sementara itu terhadap pelaku penganiayaan, Santoso meminta aparat menindak tegas.

"Kejadian itu mencerminkan bahwa orang-orang yang memiliki akses kekuasaan saat ini bertindak seakan-akan hukum milik mereka. Pelaku harus ditindak atas perbuatannya," kata Santoso.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto memerintahkan jajarannya untuk mencari dan menangkap pelaku koboi jalanan yang menganiaya dan menodong pistol ke sopir taksi online bernama Hendra di Jakarta Barat. Peristiwa ini sebelumnya terekam kamera hingga videonya viral di media sosial.

"Saya sudah perintahkan Dirkrimum dan jajaran reserse untuk segera mencari dan menangkap," kata Karyoto kepada wartawan, Jumat (5/5/2023).

Baca Juga: Kapolda Metro Jaya Perintahkan Anak Buah Tangkap Pria Todongkan Pistol Dan Aniaya Driver Taksi Online Di Jakbar

Video terkait peristiwa ini salah satunya diunggah oleh akun Instagram milik Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sharoni. Dalam video pelaku nampak menggunakan mobil dengan pelat nomor dinas Polri Polda Metro Jaya.

Pelaku diduga melakukan perbuatan tersebut karena tak terima laju kendaraannya dipotong oleh mobil korban. Pria tersebut lantas turun dari mobilnya, memaki, memukul, sambil menenteng pistol.

"Udah motong gue gob*** an**** lu enggak ada sori-sorinya," kata pelaku dikutip dari video tersebut, Jumat (5/5/2023).

Terpisah rekan korban yang mengaku bernama Panjul menyebut Hendra hingga saat ini belum bisa memberikan keterangan terkait peristiwa yang menipanya kepada awak media. Alasannya, karena yang bersangkutan masih dalam keadaan syok.

“Lagi agak syok,” kata Panjul dalam sambungan telepon, Jumat (5/5/2023).

Kendati begitu ia bersama Hendra rencananya hendak melaporkan peristiwa ini ke Polda Metro Jaya.

Load More