Serang.suara.com – Kasus hubungan inses antara ayah dan anak kandungnya yang terjadi di Purwokerto, Jawa Tengah, ternyata bermotif ingin cepat kaya. Rudi, 57 tahun, terduga pelaku inses, mengaku melakukan hubungan terlarang itu lantaran guru spiritualnya pernah mengatakan, jika ingin cepat kaya, Rudi harus berhubungan inses dengan putrinya dan membunuh bayi-bayi hasil hubungan tersebut.
Rudi yang miskin pun tergiur dengan janji sang guru spiritual. Ia kemudian melaksanakan apa yang dikatakan gurunya itu hingga lahirlah tujuh bayi yang kemudian ia bunuh dan kubur di kebun milik salah satu warga setempat. Hubungan itu terjadi sejak putri Rudi, E, berusia 13 tahun hingga kini 25 tahun.
"Pemeriksaan masih kami dalami dari apakah ini karangan pelaku R atau alibi dia. Namun yang jelas keterangan-keterangan tersebut kami tampung semua dan kami dalami lebih lanjut," ujar Kepala Kepolisian Resor Kota Banyumas Kombes Pol Edy Suranta Sitepu, Selasa, 27 Juni 2023.
Rudi kini telah mendekam di penjara. Atas perbuatannya, Rudi dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak.
Kasus tersebut bermula dari penemuan tulang diduga kerangka bayi yang dibungkus kain oleh dua penggalih tanah, Slamet dan Edi, pada Kamis, 15 Juni 2023, ketika sedang meratakan kebun milik Prasetyo. Tim forensik dari RSUD Prof Margono Soekarjo bersama Polresta Banyumas yang mendapat laporan membenarkan bahwa tulang yang ditemukan itu memang kerangka bayi. Polisi pun melakukan penelusuran dan akhirnya menangkap Rudi.
Berita Terkait
-
Istri Tahu Hubungan Inses Suami dan Anaknya, Diancam Dibunuh dan Bantu Lahiran
-
Kasus Inses Ayah dan Anak di Purwokerto, Lahirkan 7 Bayi yang Dibunuh
-
Penemuan Benda Diduga Tulang Manusia di Tanjung Banyumas Gegerkan Warga, Polisi Turun Tangan
-
Polresta Banyumas Tangkap 12 Tersangka Kasus Narkoba Selama Bulan Mei
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
PB ESI Bentuk Tim Nasional untuk Esports Nations Cup 2026
-
Jerit Warga Pelosok Sukabumi Cari Gas Melon: Harga Tembus Rp 30 Ribu, Dapur Terancam Tak Ngebul
-
Aldi Satya Mahendra Siap Pertahankan Posisi di World Supersport Portugal Bersama Yamaha R9
-
Alasan Logis di Balik Pemulangan Dean James: Demi Mental Pemain, Bukan Karena Performa!
-
5 Rekomendasi Bedak Padat Lokal yang Tahan Lama, Bisa Samarkan Pori-pori dan Garis Halus
-
SNBT 2026 Bayar Berapa? Bisa Gratis dengan Syarat
-
OJK Genjot Free Float 15%, Emiten Diberi Tenggat hingga Maret 2027
-
7 Rekomendasi Lip Balm yang Bagus untuk Bibir Hitam dan Pecah-Pecah
-
2 Nama Pejabat Iran Dihapus dari 'Daftar Bunuh' Selama 5 Hari, Apa Maunya AS-Israel?
-
Kitab Kaifa Takunu Ghaniyyan: Jalan Kaya yang Jarang Dibahas di Seminar