Suara Serang - Peluang Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) tampaknya tipis pasca Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan terkait batas usia minimal calon presiden dan cawapres sebesar 40 tahun.
Gibran saat ini baru berusia 36 tahun, sehingga tidak memenuhi syarat usia yang ditetapkan oleh MK.
Putusan ini mengubah konstelasi politik dalam bursa cawapres pendamping Prabowo Subianto, yang sebelumnya digadang-gadang akan berpasangan dengan Gibran. Dengan penolakan tersebut, sejumlah nama menjadi sorotan, di antaranya Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan tokoh NU Yenny Wahid.
Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Andriadi Achmad, berpendapat bahwa peluang Erick Thohir semakin menguat sebagai calon wakil presiden Prabowo setelah Mahkamah Konstitusi menolak gugatan batas usia capres-cawapres.
"Peluang Erick Thohir semakin menguat berpasangan dengan Prabowo setelah JR batas usia capres-cawapres ditolak," kata Andriadi.
Andriadi menilai Erick Thohir merupakan sosok ideal bagi Prabowo karena memiliki elektabilitas yang tinggi.
Sebagai Menteri BUMN dan Ketua Umum PSSI, Erick juga memiliki pengalaman dan kemampuan yang bisa diandalkan.
Namun, pekerjaan Erick saat ini adalah melakukan lobi di Ketua Umum Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Direktur Eksekutif Nusantara Institute Political Communication Studies and Research Centre (PolCom SRC) itu menambahkan bahwa peluang Erick Thohir dengan elektabilitas yang tinggi dapat ditingkatkan melalui dukungan partai politik koalisi.
Baca Juga: Gibran Buka Suara Setelah MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres
Dalam konteks politik Jawa Timur dan Jawa Tengah, peran partai-partai dan restu Presiden Jokowi juga menjadi faktor penting.
"Sehingga, sosok Mahfud MD, Khofifah, dan Yenny juga menjadi salah satu pertimbangan bagi Prabowo untuk menentukan calon wakil presiden," kata Andriadi.
Meskipun Erick berasal bukan dari Jawa Timur, langkah-langkah seperti lobi partai dan mendapatkan restu dari Jokowi mungkin akan memainkan peran kunci dalam menjadikannya cawapres Prabowo yang potensial. [*]
Berita Terkait
-
MK Tolak Gugatan Ubah Batas Usia Capres dan Cawapres, Gibran: Wis Clear Ya, Jangan Ada Perdebatan
-
Ramai Putusan MK, Ingat Lagi Kata Kiai Cholil Nafis Soal Kematangan Usia 40 Tahun Menurut Al Quran
-
Gibran Rakabuming Dipastikan Batal Jadi Cawapres Gara-Gara Putusan MK, Netizen Langsung 'Palak' Ada Makan-Makan
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
PTBA Bina Karakter Siswa Ring 1, Anak-anak Disiapkan Jadi Generasi Unggul Masa Depan
-
Sepatu Lari untuk 'Easy Run': 5 Merek yang Bikin Lari Santai Terasa Lebih Menyenangkan
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Paling Hits April 2026: Kualitas Premium, Harga Bersahabat
-
Terkuak Dugaan Modus Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar, Dana Petani Tambak Udang Diduga Tak Tepat Sasaran
-
5 Alasan Bupati Bogor Rudy Susmanto Sebut Pameran APFI 2026 Sebagai 'Lorong Sejarah' Bangsa