/
Selasa, 06 September 2022 | 17:21 WIB
Pedagang di pasar tradisional, Jakarta. (Suara.com/Fadil]

SuaraSoreang.id - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menanggapi kenaikan harga BBM Subsidi yang dianggap hanya menguntungkan beberapa pihak.

Ketua Bidang Penguatan Usaha dan Investasi DPP IKAPPI Ahmad Choirul Furqon menduga, kenaikan harga BBM ini menyengsarakan masyarakat dan hanya menguntungkan para importir migas.

"Kita tau sejak lama Indonesia disandera oleh mafia Migas, kami harap kenaikan harga BBM ini tidak hanya menguntungkan para importir migas dan menyengsarakan masyarakat, khususnya pedagang pasar," kata Ahmad dalam keterangannya, dikutip Suara.com, Selasa (6/9/2022).

Kondisi tersebut, membuat Ahmad merasa khawatir. Ia memperhitungkan dampak besar yang akan dialami masyarakat, terutama para pedagang pasar.

"Kenaikan harga BBM ini akan berdampak sangat besar terhadap kenaikan harga sembako. Mungkin hari ini masih belum terlalu terlihat, karena masih penyesuaian harga, namun kenaikan harga sembako itu pasti," ujarnya.

Menurut Ahmad, dampak dari kenaikan harga BBM akan memberikan efek domino pada kehidupan masyarakat dengan adanya inflasi dan kenaikan biaya transportasi hingga bahan pangan.

"Jika inflasi dianalisa awal hanya sekitar 4 persen, maka ada kemungkinan pasca kenaikan harga BBM analisa dari perbankan dan ekonom menyebutkan paling buruk yaitu 6 hingga 8 persen. Terus apakah ini baik untuk sebuah negara? Tentu tidak, maka dari itu jika pemerintah ingin membuat kebijakan harus dilihat secara holistik, bukan parsial," kata dia.

Dia juga menyebutkan kondisi terkini soal kenaikan harga bahan pangan di pasar. 

Dari pantauan Ahmad, dampak kenaikan harga BBM mulai terlihat dengan naiknya harga daging ayam dan cabai di sejumlah daerah.

Baca Juga: Luis Milla Liburkan Latihan Persib Sehari, Jelang Laga Melawan Arema Minggu ini

"Dampak kenaikan harga BBM untuk awal saja sudah terlihat sekali. Baru berapa hari naik, harga daging ayam di wilayah Singaparna sudah mulai naik, harga cabai di Tasikmalaya sudah naik. Jangan sampai nanti ketika harga sembako sudah mulai naik malah saling menyalahkan. Pasalnya saling menyalahkan ini sudah pernah terjadi saat kenaikan harga cabai beberapa waktu lalu," katanya.

sumber: Suara.com

Load More