SuaraSoreang.id-Kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih terus bergulir samapi saat ini.
Lima tersangka telah ditetapkan dalam dugaan pembunuhan berencana dalam kasus ini yaitu Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer atau Bharada E, Ricky Rizal atau Bripka RR, dan Kuat Ma'ruf.
Ferdy Sambo sendiri telah diduga menjadi otak pembunuhan berencana dalam kasus ini. Dia diduga memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J di rumah dinasnya di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Dalam gelar rekontruksi Ferdy Sambo menembakkan pistol ke dinding-dinding rumahnya untuk melancarkan skenario baku tembak yang dia rancang.
Namun, kasus ini masih menyisakan sejumlah misteri. Banyak yang belum terjawab setelah dua bulan kasus ini berjalan.
Banyak dugaan-dugaan yang terjadi dalam kasus ini, seperti dugaan pelecehan yang dilakukan Barigadir J terhadap Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo.
Tersangka lain Bripka RR atau Ricky Rizal menceritakan peristiwa kasus Ferdy Sambo di Magelang kepada kuasa hukumnya, Erman Umar.
Bripka RR akui ia tidak mengetahui adanya dugaan pelecehan atau kekerasan seksual terhadap Putri Candrawathi oleh Brigadir J.
Bripka Ricky Rizal hanya mengetahui adanya ketegangan antara Brigadir J dengan Kuat Ma'ruf, sopir keluarga Sambo. Ia juga melihat Susi, asisten rumah tangga Ferdy Sambo menangis di lantai dua rumah.
Baca Juga: Telkomsel Gelar Program Inkubasi Startup NextDev 2022
Ricky juga melihat ibu Putri Candrawathi tengah berbaring di kamar pada saat itu. Bahkan, Ricky menyebut Putri Candrawathi mencari Brigadir J.
Kala itu Ricky Rizal menilai tidak mencirikan adanya pelecehan oleh Brigadir J terhadap Putri Candrawathi.
Hal itu dikatakan Bripka RR kepada kuasa hukumnya Erman Umar yang kembali dikatakannya dalam tayangan di TV One, Senin 12 September 2022.
Lanjut menurut Ricky Rizal, yang menjadi misteri dalam peristiwa itu, adalah kenapa ART Susi menangis dan apa penyebabnya.
Melansir Suara Fresh pada 13 September 2022, kuasa hukum Bripka Ricky Rizal yakni Erman Umar menjelaskan bahwa kliennya tidak mengetahui penyebab Susi menangis saat kejadian itu.
"Yang memang menjadi pertanyaan saat itu, apa penyebab Susi menangis. Bripka RR tidak tahu penyebabnya, padahal Ibu PC tidak menangis dan berbaring di kamarnya. Semuanya diam, soal Susi menangis ini, dan RR tidak tahu penyebab Susi menangis," kata Erman Umar.
Kuasa hukum Ricky mengatakan jika tugas Bripka RR hanya sebagai ajudan khusus, tugas utamanya menjaga dua anak FS di Magelang yang bersekolah di SMA Taruna Nusantara Magelang.
Sehari sebelum pulang ke Jakarta, yakni tanggal 7 Juli 2022, di mana ada kejadian di Magelang, Bripka RR sedang mengurus dua anak Sambo di Taruna Nusantara bersama Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.
Setelah sampai di sekolah anaknya Ferdy Sambo, Putri Candrawathi menelpon Bharada E untuk menyuruh Bripka RR cepat pulang.
“Dia dipanggil sama ibu PC, di suruh pulang ke rumah, panggilan saat itu lewat telepon kepada Richard," kata Erman.
“Saat Bripka RR naik ke atas, dia lihat Kuat dalam keadaan panik dan tegang. Dia tanya, ada apa pak Kuat. Pak Kuat jawab, 'Enggak itu tadi si Yosua, naik turun naik turun, saya tanya, dia lari ke bawah. Dia gak mau dengar saya. Kenapa itu anak,'. Itu jawaban Kuat," katanya,
Ricky menyebut saat itu ia melihat Susi sedang menangis. “Saat itu kata Ricky, kondisi Susi menangis," ujar Erman.
Bripka RR melihat bahwa Brigadir J naik ke lantai 2 dan mencoba melihat keadaan Putri Candrawathi yang diduga sakit. Namun Kuat Maruf menghalanginya dengan pakai pisau, kemudian Brigadir Joshua turun kembali.
Kemudian kata Erman, Kuat mempersilakan Brigadir RR melihat kondisi Putri Candrawathi yang berbaring di dalam kamar di lantai 2 tersebut.
"Dia buka pintu kamar ibu, dan tanya. 'Ada apa Bu?'. Ibu tidak menjawab, tetapi malah bertanya. 'Joshua di mana?'," kata Erman.
Kemudian Bripka RR turun untuk menemui Brigadir J, kata Erman, karena ada ketegangan antara Brigadir J dengan Kuat Ma'ruf, Bripka RR berinisiatif menyembunyikan senjata api milik Brigadir J.***
sumber : fresh.suara.com
Tag
Berita Terkait
-
Bharada E dalam Bahaya, Cium Upaya Dikorbankan Melalui Skema Lie Detector
-
Titik Balik Bripka Ricky Rizal Melawan Skenario Ferdy Sambo, Keluarga Menangis Memintanya Jujur
-
Ferdy Sambo Kumpulkan Anak Buah Usai Habisi Nyawa Brigadir J, Rancang Skenario?
-
Hendra Kurniawan Balik Serang Ferdy Sambo, BAP Pemeriksaan Sudutkan Mantan Kadiv Propam
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
Terkini
-
Eks Bek Inter Milan Ceritakan Momen Horor Terjebak di Dubai: Kami Ngumpet di Basement
-
Apakah Tone Up Cream Bisa Gantikan Sunscreen? Ini Penjelasan dan 4 Rekomendasi Produk Ber-SPF
-
Golkar Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Sebagai Tragedi Kemanusiaan di Bulan Ramadan
-
Harga Emas Antam Semakin Tinggi, Tembus Rp 3,13 Juta/Gram
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Trailer Peta Zombies Call of Duty Black Ops 7 Ungkap Karakter Misterius
-
AFC Cegah Pelatih Iran Bahas Wafatnya Ali Khamenei di Piala AFC Putri 2026
-
Detik-detik Menegangkan Bek Korsel Dievakuasi dari Iran Usai Serangan AS-Israel Serangan AS-Israel
-
Novel A Man Called Ove: Pelajaran Hidup dari Pria Tua yang Ingin Mati
-
Istana Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Wafatnya Wakil Presiden Ke-6 RI Try Sutrisno