/
Rabu, 14 September 2022 | 15:53 WIB
ilustrasi pembunuhan (Pixabay.com)

Petrus dan Emanuel juga mengingatkan untuk tidak mendatangi lokasi, sebab ritual sudah dilaksanakan.

Namun, korban tak mengindahkan permintaan tersebut, dia melanjutkan perjalanan. 

Di tempat ritual itu, korban tetap melakukan ritual adat bahkan menantang tetap melakukannya walau dirinya dibunuh.

Korban mengeluarkan parang yang telah dibawanya dan melewati pelaku.

Kemudian pelaku mulai menyerang dari arah belakang hingga kepala bagian belakang korban terluka dan korban jatuh tersungkur ke arah depan. Pelaku juga terus menyerang kepala korban sampai terbelah menjadi tiga.

Kejadian sadis itu disaksikan warga sekitar, Blasius Wene langsung berlari ke Mapolsek Golewa dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Golewa.

Waka Polres Ngada, Kompol I Gede Sucitra, SH membenarkan kejadian pembunuhan sadis ini, yang dikonfirmasi Rabu (14/9/2022).

Berdasakrkan keterangan saksi-saksi, kejadian ini sudah dilandasi dendam lama di antara keduanya.

“Ada permasalahan di dalam internal Sa’o yang belum diselesaikan secara baik atau secara kekeluargaan,” kata dia.

Baca Juga: Ciri-ciri Pengamal Ilmu Kuyang, Konon Masih Banyak di Kalimantan

Pelaku sebelumnya sudah menyatakan niatnya bahwa kalau ada yang berani masuk area loka (tempat seremonial adat makan leluhur) maka akan menanggung akibatnya.

Pelaku saat ini sudah ditahan di Rutan Polres Ngada sambil menunggu kelanjutan perkara.

Load More