SuaraSoreang.id - Pernah mendengar atau mendapatkan larangan saat ingin melakukan sesuatu?
Istilah ini populer disebut dengan pamali. Kata yang berasal dari bahasa Sunda ini sebuah pantangan atau larangan, bisa juga diartikan dengan suatu hal yang tidak boleh dilakukan ataupu harus dilakukan oleh manusia. Bila melanggar, maka akan mendapatkan akibat buruknya.
Seringkali pamali dikaitkan dengan mitos dan adat istiadat yang ada di masyarakat. Walaupun ini dinilai sebagai kepercayaan orang tua zaman dahulu, namun tidak sedikit orang yang masih mempercayai akan hal ini. Berikut beberapa pamali yang ada di Indonesia, yang sudah kami rangkum dari berbagai sumber.
1. Memotong kuku pada malam hari
Menurut kepercayaan leluhur suku Sunda, memotong kuku pada malam hari dapat mempengaruhi jiwa seseorang, hal itu bisa menyebabkan seseorang menjadi tidak bahagia, stress, bahkan gila.
Padahal, bila dikaitkan dengan ilmu psikologis, sama sekali tidak ada kaitan antara memotong kuku dengan perubahan jiwa seseorang. Namun, larangan ini bisa menjadi sebuah bentuk kehati-hatian agar tidak terluka saat memotong kuku karena kurangnya pencahayaan di malam hari.
2. Menyapu di malam hari
Sebagian masyarakat Indonesia ada yang percaya bahwa menyapu di malam hari akan membuang-membuang rezeki yang dimiliki. Tetapi bila diartikan maksudnya lebih lanjut, orang tua zaman dahulu menilai bahwa meyapu saat malam hari dinilai kurang bersih.
3. Membuka payung di dalam rumah
Baca Juga: Kasus KDRT Lesti Kejora, Buya Yahya: Sekali Pukul saja Diperkenankan untuk Minta Cerai
Konon, membuka payung di dalam rumah akan menyebabkan rumah tersebut akan mengalami kesusahan atau tertimpa musibah dalam waktu dekat. Tapi kembali lagi, bila dipikirkan lebih lanjut lagi, membuka payu di dalam rumah dapat membuat rumah terasa sempit.
4. Berfoto atau tidur dalam jumlah ganjil
Apabila sekelompok orang berfoto atau tertidur dalam jumlah ganjil, maka orang yang posisinya berada di tengah akan meninggal duluan. Padahal, kematian ada di tangan Tuhan. Pamali satu ini sama sekali tidak masuk akal
5. Sulit jodoh karena duduk di depan pintu
Pamali satu ini pastinya sangat popular, yang mana apabila kamu duduk di depan sebuah pintu, akan menyebabkan sulitnya mendapat jodoh atau akan jatuh sakit di kemudian hari. Bila dimaknai lagi maksudnya, pamali ini mengandung unsur tata krama, karena ketika duduk di depan pintu bisa menghalangi keluar-masuknya orang lain.
6. Menyisakan nasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo
-
Provinsi Banten Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
-
Menyusuri Jalur Surade Sukabumi-Bogor: Seluruh SPBU Kosong Bio Solar, Truk Beras Terhambat
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
5 Rekomendasi Track Gowes di Bogor yang Ramah Bapak-bapak, Cocok Buat Sehat Bareng Komunitas
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Terlalu Kocak, Benedictus Siregar Bikin Fatih Unru Sulit Fokus Syuting Gudang Merica
-
DPRD Jateng Soroti Jalur Maut Silayur Semarang: Tegakkan Aturan atau Korban Terus Berjatuhan!
-
Gubernur Khofifah Terima Penghargaan CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Award 2026