/
Sabtu, 01 Oktober 2022 | 16:11 WIB
Mitos pamali di Indonesia. (pixabay)

Pamali satu ini sering digunakan oleh orang tua yang memiliki anak kecil, biasanya anak tersebut tidak mau menghabiskan makannya dan berujung pada larangan menyisakan nasi, karena diangap akan membuat nasi tersebut menangis.

Padahal, tidak ada nasi yang menangis, lebih kepada agar makanan tersebut tidak terbuang sia-sia atau mubazir.

7. Bermain saat waktu maghrib

Waktu maghrib atau sekitar pukul 6 sore, seringkali orang tua melarang anak-anaknya berada atau bermain di luar rumah. Alasannya, waktu maghrib merupakan waktu saat makhluk-makluk tak kasat mata keluar dari tempatnya.

8. Menduduki bantal

Ada yang menyebutkan bahwa bila menduduki bantal, pantat orang tersebut akan terkena bisul. Padahal tidak ada kaitannya sama sekali, mungkin karena bantal biasanya digunakan untuk mengistirahatkan kepala, bukan untuk diduduki.

9. Bercermin saat malam hari

Saat seseorang bercermin pada malam hari, apalagi sudah larut malam. Katanya pantulan dalam kaca bukan memantulkan orang tersebut, melainkan makhluk tak kasat mata yang menyerupai orang tersebut.

10. Memakai baju hijau di pantai selatan

Baca Juga: Kasus KDRT Lesti Kejora, Buya Yahya: Sekali Pukul saja Diperkenankan untuk Minta Cerai

Larangan memakai baju berwarna hijau saat berkunjung ke pantai selatan ialah karena akan membuat orang tersebut dibawa oleh Nyi Roro Kidul ke laut. Konon, Nyi Roro Kidul yang mana disebut sebagai penguasa pantai tersebut menyukai warna hijau.

Itulah beberapa pamali atau pantangan yang kadang masih ramai menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Terlepas benar atau tidaknya, kembali kepada kepercayaan masing-masing.

Kontributor: Shafa Maura Zahwa

Load More