SuaraSoreang.id - 125 orang meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan pasca laga Arema FC melawan Persebaya, Sabtu (1/10/2022).
Dalam peristiwa tersebut setidaknya menyebabkan 125 orang tewas dipicu tembakan gas air mata yang membuat stadion berisi 40 ribuan orang itu panik mencari jalan keluar.
Melalui Twitter, seorang netizen menceritakan pengalamannya menghirup gas air mata yang digambarkan sangat menyakitkan dan pedih.
"Bagi yang tidak pernah ngerasain gas air mata: setiap tarikan nafas rasanya seperti menghirup bon cabe langsung dari botol. Dinding paru-paru dan saluran pernafasanmu dilumurin zat capcaisin (zat aktif pada cabai yang menimbulkan rasa pedas dan panas). Rasa sakitnya cukup buat bikin pingsan," ungkap warganet dalam akun Twitter @Eduardlazarus.
Dia juga mengajak pembaca untuk membayangkan kondisi pedih yang terjadi dalam Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada malam itu.
“Sekarang bayangin 5.000 orang menderita seperti ini di saat bersamaan. Orang-orang saling sikut di lorong keluar stadion yang cuma muat lima orang dijejer horizontal, nggak bisa mikir apa-apa lagi selain merintahin tubuh buat cari jalan keluar,” kata dia.
“Mata kamu ketutup karena kalau dibuka rasanya seperti meleleh, dan ini berarti kamu nggak bakal tahu yang kamu injak itu lantai atau muka orang. Jadi ya, nembakin gas air mata di ruang tertutup itu kekerasan nggak main-main. Anda seperti menyiksa orang tanpa ada jalan keluar,” lanjutnya.
Selain itu ada pencuit lain yang membagikan pengalaman ketika merasakan tembakan gas air mata ketika demo mahasiswa. Dia tetap merasa perih, meski kejadian itu sudah dia antisipasi.
“Dulu pernah era demo mahasiswa kena asap dari gas air mata yang kebawa angin, padahal sudah di antisipasi menggunakan masker dobel 3 dan odol. Tapi tetep nggak kuat melek dan batuk-batuk karena di tenggorokan sakit. Nggak sanggup hati ngebayangin banyak perempuan dan anak kecil di kejadian semalam,” ujar akun @chizzuramen.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Memilih Bertemu Janda Dihari Persidangan Perceraian Pertamanya
Perasaan perih itu dia rasakan, meski kondisinya jauh berbeda dengan dengan situasi Stadion Kanjuruhan. Dia menyebutkan jika pengalaman terkena gas air mata itu ketika kondisinya berada di luar ruangan yang terbuka. Berbeda dengan apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, yakni dalam keadaan gas air mata di ruangan tertutup.
”Kena gas air mata di tempat terbuka yang lebih leluasa aja efeknya seperti itu apalagi di ruangan tertutup seperti stadion dan banyak warga tidak bersalah yang tertib dan nggak ikutan rusuh tapi jadi korban juga,” tambahnya.
Penggunaan gas air mata sendiri dalam pertandingan sepak bola dilarang oleh FIFA. Bahkan apapun yang terjadi dalam stadion.
Namun, menurut Kapolda Jatim, Irjen Pol. Nico Afinta, penggunaan gas air mata terpaksa dilakukan untuk mengendalikan para suporter yang masuk ke area lapangan yang dianggap merusuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Honda Grom 2026 Meluncur dengan Gaya Balap Namun Minim Pembaruan Teknis pada Sektor Mesin
-
Taeyang Ajak Kita Semangat Jalani Hidup di Lagu Terbaru, Live Fast Die Slow
-
4 Gaya OOTD Chic ala Park Eun Bin, Cocok buat Ide Daily Office Look
-
Bocoran Xiaomi 17T Pro: Baterai Monster 7.000mAh dan Kamera Leica Siap Guncang Pasar 2026!
-
Smart Classroom Berbasis AI Mulai Masuk Sekolah Indonesia, Pembelajaran Digital Makin Canggih
-
Chipset Huawei MatePad Pro Max Terungkap: SoC Flagship, Tantang iPad Pro
-
Disomasi Ratu Sofya Anaknya Sendiri, Sang Ibu Nangis-Nangis Minta Putrinya Pulang
-
IBC Fokus Riset Kembangkan Paten Baterai EV yang Sesuai dengan Kebutuhan Indonesia
-
Nggak Cuma Destinator: Xpander dan Xpander Cross Juga Promo di Mei 2026, Begini Ketentuannya
-
Jalankan Titah Prabowo, Menkeu Purbaya Putuskan Nasib Dirjen Bea Cukai Minggu Depan!