/
Rabu, 05 Oktober 2022 | 19:49 WIB
Coretan berisi kekecewaan menghiasi dinding Stadion Kanjuruhan Malang, tragedi kanjuruhan (Suara.com/Dimas Angga)

"Anj**, butuh banget pencitraan. Lagi suasana duka malah bikin loma! Etis? Elok? Pantes? Pak Kapolri tolong batalkan ini pak @ListyoSigitP," tulis akun @eb****.

Jadi Sorotan Media Internasional

Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). (sumber: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom)

Baru baru ini, Polri menjadi sorotan media Internasional terkait kinerja aparat kepolisian dalam penanganan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).

Salah satu media yang menyorot kepolisian Indonesia adalah The New York Times dalam salah satu cuitan di Twitter.

The New York Times menyebutkan dalam akun Twitter-nya, bahwa berdasarkan para ahli, kepolisian Indonesia kurang terlatih dalam hal pengendalian masa dan hampir di setiap kasus yang ditangani.

Selanjutnya, kepolisian Indonesia juga dinilai tidak pernah dimintai pertanggungjawaban atas kesalahan langkah yang diambil ketika menangani sebuah kasus.

"Indonesia's police force is highly militarized, poorly trained in crowd control, and in nearly all instances, has never been held accountavle for missteps, esperts say," tulis akun The New York Times, sebagaimana dikutip dari cuitan twitter @nytimes.

Sumber: Twitter @DivHumas_Polri

Load More