SuaraSoreang.id - Sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dilanjutkan hari ini, Selasa (18/10/2022), dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.
Proses penjemputan terdakwa Bharada E itu mendapat kawalan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Dilansir dari Suara.com, empat orang anggota LPSK sudah terlebih dahulu sampai di Gedung Bareskrim Polri sebelum mobil tahanan yang digunakan untuk menjemput Bharada E tiba, sekitar pukul 07.48 WIB.
Sekitar pukul 08.00 WIB, Bharada E berangkat dari Bareskrim Polri dengan dikawal oleh petugas PN Jakarta Selatan, tim jaksa serta tim dari LPSK.
Pengawalan ini dilakukan, menurut Wakil Ketua LPSK, Edwin Partologi, merupakan standar operasional prosedur (SOP) dalam perlindungan saksi, mengingat Bharada E sudah berstatus sebagai justice collaborator dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
"Iya (pengawalan) SOP untuk JC," kata Edwin.
Dalam sidang perdananya, Bharada E mengenakan pakaian kemeja putih dengan celana bahan hitam. Ia pun tampak membawa berkas dakwaan bersampul warna merah yang akan segera dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan Bharada E oleh JPU ini, saat ini tengah berlangsung.
Sementara itu, sebegaimana dikabarkan sebelumnya, Senin (17/10/2022) kemarin, PN Jakarta Selatan juga telah menggelar sidang perdana pembacaan dakwaan bagi empat tersangka lain, yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka RR, dan Kuat Ma'ruf.
Baca Juga: Masih Punya Hati Nurani, Bripka RR Sampaikan Belasungkawa kepada Keluarga Brigadir J
Dalam perkara ini, Bharada E didakwa dengan Pasal 340 KUHP Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 Subsider Pasal 338 KUHP Juncto Pasal 54 Ayat 1 ke 1, dengan tuntutan maksimal 20 tahun penjara atau pidana mati.(*)
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Masih Punya Hati Nurani, Bripka RR Sampaikan Belasungkawa kepada Keluarga Brigadir J
-
Bikin Geram! Begini Jawaban Putri Chandrawathi saat Ditanya Hakim Soal Dakwaan Jaksa Penuntut Umum
-
Dalam Dakwaan, Putri Candrawathi Mengetahui Rencana Pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo
-
Polri Terlihat Siap Mereformasi Diri, Pemicunya Berawal dari Masalah Internal
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Transformasi SDM, Layanan Logistik RI Mulai Berstandar Global
-
Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?
-
Shindy Samuel Bongkar Perlakuan Rendy Selama Nikah, Pernah Diludahi hingga Nafkah Rp20 Ribu Sehari
-
Cha Seung Won dan Kim Do Hoon Siap Bintangi Retired Agent + Management Team
-
Tampil di Rumah Sendiri, Putri KW Targetkan Podium pada Ajang Indonesia Open 2026
-
Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia
-
Terpopuler: Fakta Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI, Rekrutmen KAI Group Dibuka
-
Terpopuler: Bocoran Harga HP Gaming Redmi K90 Max, 5 HP Vivo Kamera Bagus dan RAM Besar
-
AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini
-
Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington