/
Kamis, 20 Oktober 2022 | 17:21 WIB
Menkopolhukam, Mahfud MD. (Twitter/@Miduk17)

SuaraSoreang.id-Mahfud MD kembali menegaskan bahwa gas air mata yang digunakan oleh aparat kepolisian menjadi penyebab korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan

Korban meninggal dunia telah tercatat menjadi 133 orang dalam tragedi Stadion Kanjuruhan , Malang yang terjadi pada Sabtu 1 Oktober 2022 lalu.

Mahfud MD selaku Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) menyebut gas air mata penyebab jatuhnya banyak korban, diutarakan saat mengomentari hasil survei LSI.

"Saya nggak peduli sekarang seberapa besar kandungan kimia yang mematikan (dalam gas air mata), itu tidak penting. Karena bukan kimianya yang menyebabkan, tetapi penembakannya yang menyebabkan orang panik kemudian berdesak-desakan dan mati," ujar Mahfud dikutip dari Antara News pada 20 Oktober 2022.

Oleh karena itu, lanjut Mahfud, kepolisian dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) harus ikut bertanggung jawab dalam tragedi Kanjuruhan ini.

"Mungkin gas air matanya sendiri tidak menyebabkan kematian langsung, tetapi penyemprotan ke tempat-tempat tertentu menyebabkan orang panik, nafasnya sesak, lalu lari ke tempat yang sama, desak-desakan, mati. Jadi, penyebabnya ya gas air mata," jelas Mahfud.

Lanjut Manhfud MD yang juga sebagai ketua Tim Gabungan Independen Pencarian Fakta (TGIPF) menyinggung tentang rekomendasi dari TGIPF.

Banyak publik yang menanyakan tentang rekomendasi dari TGIPF ini, apakah ada gunanya atau tidak.

"Karena begini, menyangkut dunia sepak bola, pengaturan, pengorganisasian dan lainnya itu sudah diatur oleh FIFA dan PSSI. Kita tidak boleh ikut campur ke situ, tetapi pemerintah sudah bicara dengan presiden FIFA akan bersama-sama melakukan transformasi," tuturnya.

Baca Juga: Sering Ditenteng Kemana-mana, IPW Menduga Isi Buku Hitam Ferdy Sambo Bukan Sekedar Catatan Biasa

Soal rekomendasi lainnya, seperti renovasi stadion sudah langsung dilakukan.

"Kemudian pengaturan ke Polri agar membuat aturan-aturan baru dan mulai melakukan penyusunan prosedur tetap baru di dalam pengamanan sepak bola dan seterusnya sekarang dilakukan. Saya kira itu sudah cukup maksimal yang dilakukan oleh TGIPF," ucap Mahfud.(*)

Sumber: Antara

Load More