SuaraSoreang.id - Satpam kompleks Polri, Marjuki turut dihadirkan sebagai saksi dengan terdakwa AKP Irfan Widyanto dalam sidang lanjutan dakwaan obstruction of justice kasus pembunuhan Brigadir J, yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini (26/10/2022).
Marjuki diketahui merupakan salah seorang petugas satpam kompleks Polri Duren Tiga yang bertugas pada 8 Juli 2022, hari dimana Brigadir J dieksekusi mati oleh Ferdy Sambo di rumah dinasnya.
Kepada Jaksa, Marjuki mengakatan bahwa pada hari itu, dirinya berada tidak terlalu jauh dari tempat kejadian perkara, di rumah dinas Ferdy Sambo.
"Saya lagi piket. Kurang lebih sekitar 20-an meter," ucap Marjuki, seperti dikutip dari PMJ News, Rabu (26/10/2022).
Jaksa pun kemudian bertanya terkait apa yang ia dengar saat berjaga di kompleks Polri pada hari itu.
"Apakah sekitar sore hari, pada saat saudara sedang piket, saudara mendengar sesuatu bunyi dari rumah nomer 46?" tanya Jaksa.
Marjuki mengaku bahwa dirinya mendengar seperti ada suara petasan. Namun ia tidak mengetahui pasti dari arah mana suara itu berasal.
“Kalau untuk mendengar dari arahnya, kita tidak mendengar. Cuma waktu itu saya mendengar suara kayak petasan,” kata Marjuki menjawab pertanyaan.
Untuk memastikan jawaban Marjuki, Jaksa pun menanyakan terkait detail jumlah suara yang ia dengar pada sore hari itu.
Baca Juga: Ini yang Terjadi Saat Sidang Lanjutan Bharada E Disiarkan Langsung Tanpa Audio
"Kayak petasan. Berapa kali saudara mendengar suara yg seperti petasan itu?" tanya Jaksa memastikan.
Marjuki pun menjawab bahwa dirinya tidak mengetahui pasti berapa kali suara petasan yang ia dengar.
"Kalau untuk pastinya saya kurang tau, mungkin sekitar 3-an. Saya lagi di pos satpam," tutur Marjuki.
Sebagai informasi, hari ini (26/10/2022) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar persidangan untuk beberapa terdakwa.
Diantara para terdakwa yang disidang hari ini antara lain Irfan Widyanto, Kuat Ma'ruf, Bripka RR, Putri Candrawathi, Ferdy Sambo, Chuck Putranto dan Baiquni Wibowo.(*)
Sumber: PMJ News
Berita Terkait
-
Ini yang Terjadi Saat Sidang Lanjutan Bharada E Disiarkan Langsung Tanpa Audio
-
Sidang Bharada E Disiarkan Langsung Tanpa Audio, Pengamat Hukum Pidana: Keterbukaan Tanggung!
-
Pihak Keluarga Akui Terima Ancaman dari Sosok Misterius Selepas Pemakaman Brigadir J, Ferdy Sambo?
-
Tak Hanya Bharada E dan Ferdy Sambo, Kamaruddin Sebut Putri Candrawathi Juga Ikut Tembak Brigadir J
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Program Gentengisasi Buka Peluang Baru bagi UMKM Bahan Bangunan
-
Genteng Lokal Kian Diburu, UMKM Majalengka Catat Omzet Ratusan Juta
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Pesanan Genteng Melonjak, Pengrajin Majalengka Rasakan Dampak Program Gentengisasi
-
Program Gentengisasi Prabowo Dongkrak Permintaan Genteng di Sentra Majalengka
-
PB ORADO Apresiasi Antusiasme Kejurcab Domino Bandar Lampung
-
Resmikan Taman Bendera Pusaka, Pramono Anung Janjikan RTH Jakarta Akan Bening Seperti di Korea
-
Tutup Rangkaian Uji Coba vs Persibangga, Ini Catatan Stefan Keeltjes
-
Bukan Beban, Kemnaker Sebut Mudik Bersama Investasi bagi Produktivitas Karyawan
-
Anies Baswedan Tulis Surat Menyentuh untuk Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras