SuaraSoreang.id - Kisah Tiko dengan Ibu Eny masih menjadi perbincangan khalayak ramai.
Belasan tahun Tiko merawat Ibu Eny sendiri di rumah mewah cukup mengiris hati.
Pengorbanan yang dilakukan Tiko terhadap Ibu Eny menjadi pertanyaan banyak orang mengenai keberadaan sang ayah, Herman Moedji Susanto.
Publik menganggap kalau ayah Tiko memang sengaja meninggalkan Ibu Eny karena sesuatu hal.
Hingga akhirnya faktor tidak adanya ayah Tiko untuk merawat Ibu Eny terungkap oleh sosok Sumaryono yang merupakan kerabat dekat Ibu Eny.
“Pak Herman waktu itu bukannya meninggalkan ibu Eny, tetapi mereka sempat adu cekcok rumah tangga mungkin karena masalah ekonomi, saat itu pak Herman bisnisnya mulai menurun, mungkin juga ibu Eny gak terima," kata Sumaryono dikutip dari YouTube Dendenny.
"Yang lebih sedih lagi, pak Herman itu disuruh pergi bareng sama truk angkutan barangnya," bebernya.
Sejak ayah Tiko hengkang dari rumah Ibu Eny, ia meninggal dunia.
"Pak Herman baru beberapa tahun di Madiun dia meninggal pada tahun 2015 di kebumikan di desa Bayemtaman, Kabupaten Magetan," jelasnya.
Baca Juga: Tajam dan Smooth, Begini Kerennya WayV di Video Dance Practice Phantom
Ia pun mengungkapkan kalay ayah Tiko merupakan seorang pebisnis yang luar biasa namun sempat terkena tipu hingga mengakibatkan usahanya bangkrut.
"Pak Puh itu memang cekatan jadi memang bisa beli rumah di Bintara dan Klender. Selain dia di departemen keuangan dia itu juga terakhir jual beli mobil di sewain," ungkapnya.
"Kemudian terakhir itu dia cerita ke saya dia di tipu rekan bisnisnya, itu mobil bikinan Amerika, jadi suratnya ada tapi mobilnya gak ada. Setelah itu kami lost kontak, saya dengar pak Puh akhirnya pindah ke Madiun," sambungnya.
Beberapa waktu yang lalu, Tiko mengungkapkan kondisi Ibu Eny.
"Kondisi mama sih waktu itu masih baik-baik aja belum separah sekarang ini. Kondisinya berangsur parah itu mulai dari tahun 2015 sampai 2016 setelah kepergiaan papa," sambungnya.
"Sebenernya sedih juga waktu itu pas papa pergi apa lagi kondisi papa sakit-sakitan usianya hampir 80 tahunan," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial