Suara.com - Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), menilai Indonesia bisa menyelenggarakan event lebih besar dari Asian Games. Infrastruktur olahraga yang kini dimiliki Indonesia, dinilai JK memadai untuk menggelar Olimpiade.
"Infrastruktur yang kita buat, dari atlet village maupun stadion, lebih baik dari Olimpiade Rio. Oleh karenanya jika kita ingin menjadi tuan rumah Olimpiade 10 tahun ke depan, kita mampu," kata Jusuf Kalla saat ketika memberikan sambutan acara Global Forum Asian Games 2018: Tahun Olahraga, Tahun Politik di Hotel Century, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2018).
Menurut JK, saat ini negara Asia yang kerap menggelar Olimpiade hanya Cina, Jepang dan Korea Selatan. Alasannya, ketiga negara itu dinilai paling mampu dibanding negara Asia lainnya.
"Di Asia hanya Jepang, Korea Selatan dan Cina yang mampu menjadi tuan rumah Olimpiade, itu saja berputar-putar," kata JK.
Sebenarnya, kata JK, negara-negara timur tengah mampu dari segi ekonomi untuk menyelenggarakan Olimpiade. Namun, iklim yang terlalu panas, membuat peluang mereka sedikit tertutup.
Oleh sebab itu, menurut JK, jika perekonomian Indonesia bisa membaik, khususnya dalam 10 tahun ke depan, Indonesia siap untuk menggelar multievent terbesar di dunia itu. Karena dari segi iklim, Indonesia tak memiliki kendala.
"Mungkin memang banyak negara yang mampu menyelenggarakan seperti negara Timur Tengah, tapi mereka tak mampu iklimnya. Kalau kita alhamdullilah mampu, artinya kita punya keunggulan," jelas politikus senior partai Golkar tersebut.
Berita Terkait
-
PMI Siap Kirim Bantuan Medis ke Iran, Jusuf Kalla: Kami Pertimbangkan Beli Obat di Pakistan
-
Timnas Voli akan Naturalisasi 4 Pemain Brasil untuk Olimpiade 2032
-
JK Minta Polisi Usut Tuntas Penyiraman Air Keras pada Aktivis KontraS Andrie Yunus
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Bahas Konflik Timur Tengah, Ini Poin yang Jadi Sorotan JK dan Eks Dubes
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Leo/Bagas Evaluasi Kontrol Permainan
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Rachel/Febi Optimis Bidik Gelar Juara
-
Orleans Masters 2026: Anthony Ginting Bersua Rival Lama di Babak 16 Besar
-
Hasil Undian Piala Thomas 2026, Indonesia Lawan Prancis dan Thailand di Fase Grup
-
Orleans Masters 2026: Amri/Nita Susul Dejan/Bernadine ke Babak 16 Besar
-
Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games
-
NPC Indonesia Apresiasi Pemerintah dan Berharap Atlet Bijak Manfaatkan Bonus ASEAN Para Games 2025