Suara.com - Belum redup euforia Asian Games 2018, Indonesia akan kembali menggelar multievent olahraga yang tak kalah besar se-Asia, yakni Asian Para Games 2018.
Pesta olahraga terbesar Asia yang diikuti oleh para atlet difabel itu akan berlangsung pada 6 hingga 13 Oktober 2018 di Jakarta.
Tak kalah spektakuler, Asian Para Games 2018 tentunya juga akan menghadirkan momen yang akan selalu diingat masyarakat Indonesia. Mulai dari mulai opening ceremony, bergulirnya pertandingan, hingga closing ceremony.
Baca Juga: Owi / Butet Kembali Tampil, Jadwal Wakil Indonesia di Babak I Cina Open
Berikut tujuh fakta menarik seputar Asian Para Games 2018 yang dirangkum Suara.com:
1. Harga Tiket Opening Ceremony
Opening Ceremony atau Upacara Pembukaan Asian Para Games 2018 akan berangsung pada 6 Oktober 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Dilansir dari akun twitter resmi @asianpg2018, harga tiket Opening Ceremony Asian Para Games 2018 dibagi menjadi empat kategori dengan harga berbeda-beda.
Kategori bronze dijual dengan harga Rp 500 ribu, silver Rp 750 ribu, golden Rp 1,5 juta, dan platinum dijual dengan harga Rp 2,5 juta.
2. Slogan
Jika Asian Games 2018 memiliki slogan "Energy of Asia", Asian Para Games 2018 juga punya slogan yang tak kalah bermakna, yaitu "Inspiring Spirit and Energy of Asia".
Dilansir dari laman resmi Asian Para Games 2018, slogan itu bertujuan untuk menyatukan Asia, memotivasi orang agar menjadi positif, dan mendukung kesetaraan sosial.
Baca Juga: Peraih Emas Asian Para Games Dapat Bonus Tambahan Rp 100 Juta
3. Lagu Resmi
"Song of Victory" menjadi lagu resmi Asian Para Games 2018. Peluncuran lagu ini resmi dirilis di media sosial YouTube pada 16 September lalu.
Melalui akun twitter resmi @asianpg2018, pihak Panitia Pelaksana Asian Para Games 2018 (INAPGOC) menjelaskan bahwa "Song of Victory" bukanlah sekadar lagu dan lirik, namun merupakan bahasa universal dengan inspirasi yang esensial.
Seperti halnya lagu resmi Asian Games 2018, "Song of Victory" dibawakan oleh banyak musisi terkemuka Tanah Air.
Antara lain, Armand Maulana, Once Mekel, Vidi Aldiano, Maudy Ayunda, Regina Poetiray, Zara Leola, Lesty Kejora serta penyanyi cilik tunanetra, Putri Ariani.
Baca Juga: Lelang, Sean & Pebalap F1 Ini Donasi Rp 4,1 M Korban Gempa Lombok
4. Cabang Olahraga
Jika Asian Games 2018 mempertandingkan 40 cabang olahraga, Asian Para Games 2018 hanya mempertandingkan 18 cabang olahraga.
Cabang olahraga tersebut antara lain panahan, para atletik, bulutangkis, Boccia, catur, sepeda, goal ball, judo, lawn ball, para powerlifting, para swimming atau renang, para shooting atau menembak.
Selain itu ada juga tempin bowling, tenis meja, bola voli duduk. basket kursi roda, anggar kursi roda, dan tenis kursi roda.
5. Kontingen atau Negara Peserta
Hingga saat ini tercatat terdapat 42 kontingen atau negara peserta yang akan berpartisipasi di Asian Para Games 2018.
Disamping Indonesia selaku tuan rumah, turut tampil peserta dari Afghanistan, Bahrain, Banglades, Brunei, Kamboja, Cina, Cina Taipei, Hong Kong, India, Iran, Irak, Jepang, Jordania, Kazakhstan, Korea Selatan, Kuwait, Kirgistan, dan Laos.
Selain itu, dari Lebanon, Makau, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Nepal, Korea Utara, Oman, Pakistan, Palestina, Filipina, Qatar, Arab Saudi, Singapura, Sri Lanka, Suriah, Tajikistan, Thailand, Timor Leste, Turkmenistan, UEA, Uzbekistan dan Vietnam.
Baca Juga: Tak Dapat Tim, Pebalap Ini Putuskan Tutup 'Buku' dari MotoGP
6. Medali yang diperebutkan
Meski jumlah cabang olahraga di Asian Para Games 2018 jauh lebih sedikit dari Asian Games 2018, nomor event atau jumlah medali yang diperebutkan di pesta olahraga terbesar atlet difabel Asia ini jauh lebih banyak.
Asian Para Games 2018 akan memperebutkan 586 medali dari 18 cabang olahraga yang dipertandingkan.
Di edisi Asian Para Games 2014 Incheon, Korea Selatan, kontingen Indonesia hanya menduduki peringkat sembilan perolehan medali dengan 9 medali emas, 11 medali perak, dan 18 medali perunggu.
Pada Asian Para Games 2018, pemerintah Indonesia menargetkan tembus tujuh besar di klasemen akhir perolehan medali dengan target minimal 16 medali emas.
Baca Juga: Owi / Butet Kembali Tampil, Jadwal Wakil Indonesia di Babak I Cina Open
7. Maskot
Berbeda dengan Asian Games yang memiliki tiga maskot Bhin-Bhin, Atung dan Kaka, Asian Para Games 2018 hanya memiliki satu maskot yang berbentuk "Elang Bondol". Maskot tersebut diberi nama Momo.
Momo merupakan singkatan dari motivasi dan mobilitas yang mengartikan bahwa orang-orang harus terus bergerak maju, dan mampu beradaptasi pada perubahan waktu dan dunia.
Pemilihan "Elang Bondol" sebagai maskot merujuk pada kota diselenggarakannya Asian Para Games 2018, Jakarta yang memiliki maskot sama.
Momo juga menggunakan sabuk khas betawi, yang diartikan sebagai sang juara atau pahlawan.
Berita Terkait
-
Jangan Sampai Kehabisan! Masih Ada 587 Ribu Kursi Kosong KA untuk Arus Balik Lebaran 2026
-
Rencana ke Ragunan saat Libur Lebaran? Cek Harga Tiket dan Jam Buka Terbaru
-
Drama Mudik di Senen: Ditipu Tiket Rp540 Ribu, Pasutri Beruntung Diselamatkan Aksi Cepat Polisi
-
KCIC Beri Diskon Tiket Whoosh hingga Rp100 Ribu Selama Mudik Lebaran 2026
-
PT KAI Akui Ketersediaan Tempat Duduk hingga 20 Maret Sudah Menipis
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Leo/Bagas Evaluasi Kontrol Permainan
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Rachel/Febi Optimis Bidik Gelar Juara
-
Orleans Masters 2026: Anthony Ginting Bersua Rival Lama di Babak 16 Besar
-
Hasil Undian Piala Thomas 2026, Indonesia Lawan Prancis dan Thailand di Fase Grup
-
Orleans Masters 2026: Amri/Nita Susul Dejan/Bernadine ke Babak 16 Besar
-
Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games