"Saya selalu merasa tidak cukup bagus," demikian tutur Michael Schumacher dalam tayangan video seperti diberikan pihak keluarganya.
"Rekor itu benar-benar sesuatu, akan tetapi saya pikir sangatlah penting untuk tidak terlalu percaya diri. Lebih baik bersikap skeptis, agar bisa melihat adanya kemajuan."
Untuk itu ia perlu bekerja keras sehingga bisa berhasil, seperti kemudian dikenal publik dan para penggemarnya.
Menurut driver bernama panggilan Schumi ini, kemenangannya yang paling mengesankan adalah saat berhasil merengkuh juara dunia bersama Ferrari pada 2000.
"Setelah 21 tahun Ferrari "puasa", empat tahun saya gagal, akhirnya, dalam sebuah kejuaraan akbar, kami bersama memenangkan kejuaraan dunia," tandasnya.
Ia meraih dua kali juara dunia bersama tim Benetton (1994, 1995), serta lima kali bersama tim Ferrari secara beruntun (2000 - 2004).
Schumi juga menyebutkan bahwa Mika Hakkinen (McLaren) adalah rival terberatnya. Dengan pernyataan, "Sosok yang paling saya hormati di masa-masa 90-an adalah Mika Hakkinen. Meski di trek saling berseteru, akan tetapi kami memiliki hubungan pribadi yang stabil."
Sampai saat ini, Michael Schumacher disebutkan masih dirawat di kediamannya, menghadap Lake Geneva, Jenewa, Swiss. Setelah mengalami koma medis, ia telah dua kali dioperasi pada bagian kepala. Kabarnya, biaya perawatan per minggu mencapai GBP 115.000 dan totalnya kini mencapai GBP 20 juta.
Ia dirawat di rumah mulai 2015 dan diawasi secara langsung oleh para pakar dari Lausanne University Hospital. Felix Damm, pengacaranya menyatakan pada 2016 bahwa kondisi Michael Schumacher adalah "tidak bisa berjalan."
Baca Juga: Momen Ini Bikin Baim Wong Nangis saat Nikahi Paula Verhoeven
Halaman berikutnya adalah tentang perkembangan Michael Schumacher sejauh ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Pelita Jaya vs RANS Simba di Playoff IBL 2026: Laga Emosional untuk Reggie Mononimbar
-
Comeback Dramatis! Aldila Sutjiadi dan Vera Zvonareva Segel Tiket Final Maroko Open 2026
-
Jadwal Malaysia Masters 2026: Indonesia Tersisa Jojo dan Ubed
-
Bangga Produk Lokal, KOI Sebut Apparel Mills Bikin Kontingen Negara Lain Iri
-
Anthony Ginting Evaluasi Pola Permainan Usai Tersingkir di Malaysia Masters 2026
-
Ubed Tantang Christo Popov di Perempat Final Malaysia Masters 2026, Bertekad Balas Dendam
-
Perebutkan Poin UCI, Tour de Bintan 2026 Jadi Pemanasan Atlet Nasional ke Asian Games Nagoya
-
Bukan Sekadar Permainan Pos Ronda, Domino Kini Resmi Jadi Anggota KONI Pusat
-
Pelita Jaya Buka Peluang Tampil di EASL 2026, Siap Hadapi Dominasi Tim Basket Korsel hingga Jepang!
-
Pelita Jaya Perkuat Chemistry di Jeda Kompetisi, Siap Bungkam RANS Simba di Playoff IBL 2026