Suara.com - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto, punya harapan besar di tahun 2019. Yaitu lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo.
Tommy yang merupakan pemain Indonesia non-pelatnas atau independen kini menduduki peringkat sembilan dunia. Posisinya lebih tinggi dua strip dari pebulutangkis pelatnas PBSI, Jonatan Christie.
Artinya, jika mampu mempertahankan peringkat atau bahkan meningkatkannya selama pengumpulan poin Olimpiade (29 April 2019-26 April 2020), putra legenda bulutangkis Icuk Sugiarto itu punya kesempatan besar untuk membela nama Indonesia di multievent terbesar dunia.
Namun, kepastian ikut tidaknya Tommy Sugiarto ke Olimpiade 2020 berada ditangan induk cabang olahraga bulutangkis Indonesia, PBSI. Karena itu pebulutangkis 30 tahun berharap PBSI akan memberikan restu kepadanya membela Indonesia, jika mimpi tampil di Tokyo 2020 benar terwujud.
"Sekarang saya bisa masuk peringkat sembilan dunia dan semoga bisa naik terus. Semoga saya bisa raih tiket Olimpiade," ujar Tommy Sugiarto.
"Semoga PBSI memberi peluang, karena sampai sekarang sih terbuka (untuk lolos ke Olimpiade)," imbuh peraih gelar Thailand Masters 2018 itu.
Kekhawatiran Tommy didasari dari pengalaman gagal tampil di Asian Games 2018. Saat itu PBSI lebih memilih nama Ihsan Maulana Mustofa, disamping dua pilar utama Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.
"Meskipun saya di luar pelatnas, saya kan harus mengikuti kebijakan PBSI. Contohnya di Asian Games 2018, sebenarnya saya bisa tampil untuk Indonesia, tapi nyatanya saya tak bisa ikut," tukasnya.
Pada kalender bulutangkis 2019, turnamen terdekat yang akan dijalani Tommy Sugiarto adalah Malaysia Masters 2019. Turnamen berlevel Super 500 itu akan berlangsung pada 15-20 Januari mendatang.
Baca Juga: Naik Peringkat, Target Tommy di 2019
Berita Terkait
-
Insiden Terpeleset di Sydney Berbuntut Panjang, Tim Fisio Ungkap Kondisi Anthony Ginting
-
Setelah Juara Langsung Jadi Manusia Silver: Kutukan Ganda Putra Indonesia?
-
Kondisi Kesehatan, PBSI Tarik Anthony Ginting dan Ubed dari Macau Open 2026
-
Australian Open 2026: Wajah Indonesia Terselamatkan Gelar Tunggal Putra
-
Tersingkir di Australian Open 2026, Leo/Daniel Jadikan Kekalahan dari Liang/Wang Tolok Ukur
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko
-
Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026
-
Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026
-
Veda Ega Pratama Finis Posisi ke-15 di Latihan Moto3 GP Ceko, Harus Lewati Q1
-
MMA Indonesia Bidik Dominasi di Asia, Jaring Talenta Lewat Kejurnas 2026
-
Psywar Final IBL 2026: Bogor Hornbills Pamer Pemain Asing, Jeff Withey Beri Peringatan Keras
-
Bogor Hornbills Tak Gentar Hadapi Nama Besar Pelita Jaya di Final IBL 2026
-
Erick Thohir Sebut MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Sport Tourism Kelas Dunia