Suara.com - Asisten Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Nova Widianto punya keyakinan besar jika Praveen Jordan memiliki kapasitas mumpuni untuk membangkitkan kedigdayaan sektor ganda campuran Indonesia.
Bersama Melati Daeva Oktavianti, Praveen disebut Nova menjadi sosok yang tepat untuk menggantikan peran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sebagai salah satu ganda campuran terbaik Indonesia.
Sebagaimana diketahui, duet Tontowi/Liliyana harus 'bercerai' menyusul keputusan Liliyana Natsir pensiun usai gelaran Indonesia Masters 2019, Minggu (27/1) lalu.
"Harusnya Ucok—sapaan akrab Praveen—sudah siap. Kalau dari bakat dia sudah mendekati, bahkan tak hanya mendekati, namun secara kualitas Ucok itu istimewa," ujar Nova Widianto saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (30/1/2019).
Namun, harapan tak selalu jadi kenyataan. Usai meraih gelar juara All England 2016 bersama Debby Susanto, penampilan Praveen bisa dibilang cendrung menurun.
Bersama Melati, Praveen kini terdampar diperingkat 15 dunia. Padahal, saat bersama Debby, pebulutangkis kelahiran Bontang, Kalimantan Timur itu sempat mencicipi peringkat dua dunia.
Nova menyebut menurunnya performa Praveen disebabkan oleh sikap sang pemain yang terbilang buruk.
Bakat istimewa yang melekat dalam diri Praveen disebut Nova kini tertutup oleh karakter yang kurang disiplin.
"Ucok istimewa dari bakat loh ya. Tapi dari karakter itu yang menghambat. Padahal usai Butet—sapaan akrab Liliyana—pensiun dia sudah bisa menggantikan, tapi nyatanya tidak," ujar Nova.
Baca Juga: Liliyana Natsir Jadi PNS, Hasil Ujian Kompetensi Luar Biasa
"Ya tugas kami mau tak mau itu, harus lebih keras lagi (mengembalikan) kedisiplinan dia dan sebagainya," imbuhnya.
Praveen/Melati menjadi satu dari dua pasangan ganda campuran PBSI yang mendapatkan Surat Keputusan (SK) Prioritas.
Bersama Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja, keduanya menjadi tumpuan Indonesia menuju Olimpiade 2020.
Berita Terkait
-
Jelang All England 2026, Atlet Indonesia Fokus Aklimatisasi Cuaca dan Arena
-
Hadapi Ketatnya Persaingan BWF, PBSI Segarkan Struktur Pelatih Ganda Putra
-
Apri/Lanny Main Rangkap di China Masters 2026, Strategi atau Eksperimen?
-
PBSI Beberkan Revolusi Baru BWF: Transformasi Besar Bulu Tangkis Global
-
BWF Ubah Format Indonesia Open Jadi 11 Hari, PBSI: Kesempatan Emas untuk Pebulu Tangkis
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Marco Bezzecchi Jadi yang Tercepat di FP1 MotoGP Thailand 2026
-
DPR Bereaksi! Kawal Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing dan Dukung Langkah Kemenpora
-
Lindungi Atlet, Ketua Umum FPTI Pastikan Bakal Tangani Laporan akan Ditangani Serius
-
Marc Marquez Antusias Hadapi Balapan Seri Perdana MotoGP 2026
-
Janice Tjen Berhasil Melaju ke Semifinal Ganda Merida Open 2026
-
Aroma Indonesia di Gresini Racing, Ducati Desmosedici GP26 Dapat Sentuhan Bold Riders
-
Percaya Diri Hadapi Wakil Jerman, Amri/Nita Incar Awal Manis di All England
-
Mantapkan Persiapan, Alwi Farhan Cs Mulai Berlatih di Inggris Jelang All England 2026
-
Kemenpora Buka Layanan Pengaduan Korban Pelecehan, Hubungi Email atau Nomor Telepon Ini
-
Kemenpora Dukung Investigasi Dugaan Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing