Suara.com - Jonatan Christie tampil impresif di Malaysia Open 2019. Meski gagal juara, pebulutangkis 21 tahun itu mampu mengalahkan dua tunggal putra unggulan peraih medali emas Kejuaraan Dunia, Kento Momota (Jepang) dan Viktor Axelsen (Denmark).
Jonatan harus puas terhenti di semifinal turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut. Langkahnya dijegal wakil China peraih medali emas Olimpaide 2016, Chen Long.
Sebelum kandas di tangan Chen Long, peraih medali emas Asian Games 2018 itu tampil mengejutkan. Ia menekuk Kento Momota di babak kedua, dan memulangkan Viktor Axelsen di perempat final.
Susy Susanti selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI mengapresiasi penampilan Jonatan. Namun, Jonatan diminta tak berpuas diri sebelum bisa menjaga konsistensi permainan, dan meraih gelar juara.
"Saya apresiasi penampilan Jonatan, meski belum puas karena dia belum jadi juara," ujar Susy Susanti saat dihubungi Suara.com, Senin (8/4/2019).
"Jadi masih butuh proses dan kerja keras untuk atlet muda kita. Harus konsisten. Tapi paling tidak progresnya sudah ada," sambungnya.
Pernyataan Susy bukan tanpa alasan. Jonatan juga pernah tampil luar biasa bagus saat meraih medali emas Asian Games 2018. Namun, selepas itu performa pebulutangkis jebolan klub PB Tangkas itu terus naik turun hingga tak pernah lagi meraih gelar juara.
Pada dua turnamen terakhir sebelum Malaysia Open 2019 pun performa Jonatan terlihat angin-anginan. Pebulutangkis yang viral karena selebrasi buka bajunya itu hanya mampu mencapai babak kedua di All England dan Swiss Open yang berlangsung Maret lalu.
"Jadi tinggal bagaimana konsistensi, fokus dan menerapkan strategi. Apalagi pemain-pemain muda seperti Jojo --sapaan akrab Jonatan--, yang istilahnya kita target menuju Olimpiade," pungkas Susy.
Baca Juga: Indonesia Tanpa Gelar di Malaysia Open 2019, Susy: Kurangnya di...
Jonatan sendiri akan melanjutkan rangkaian Turnamen BWF World Tour 2019. Kali ini Jojo bakal berlaga di Singapore Open 2019 yang berlangsung pada 9-14 April 2019.
Berita Terkait
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Makna Selebrasi Tepuk Dada Alwi Farhan Usai Comeback Epik di Swiss Open
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar