Tak hanya timnas di U-22 saja, Timnas kelompok umur di bawahnya juga meraih hasil serupa. Di bawah asuhan Fakhri Husaini, Timnas Indonesia U-16 juga mampu menggenggam trofi Piala AFF usai menundukkan Thailand di partai final.
Berlaga di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Bagus Kahfi dkk mampu menundukkan Thailand lewat adu penalti. Skor akhir 4-3 untuk kemenangan Timnas Indonesia U-16 kala itu.
Berani bekukan PSSI
Imam Nahrawi sempat mengeluarkan keputusan tidak populer saat memutuskan untuk membekukan PSSI pada tahun 2015 dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) no 0137 tahun 2015 tentang pembekuan PSSI.
Lewat surat itu, Kemenpora memberikan sanksi admisitratif berupa tidak mengakui seluruh kegiatan PSSI. Selain itu juga setiap keputusan atau tindakan yang dihasilkan PSSI termasuk keputusan hasil Kongres Luar Biasa dan Kongres Biasa tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.
Pembekuan ini berlangsung selama setahun. Akibat keputusan itu FIFA menjatuhkan sanksi suspensi kepada Indonesia yang membuat Timnas Indonesia tak bisa berlaga di pentas internasional.
Berjaya di even olahraga level internasional
Di era Imam Nahrawi terdapat sejumlah agenda besar olahraga di level internasional. Salah satunya Indonesia saat itu sempat jadi tuan rumah untuk ajang Asian Games 2018.
Indonesia berhasil meraih peringkat empat di ajang tersebut dengan perolehan medali 31 emas, 24 perak, 43 perunggu. Indonesia berada di bawah China, Jepang dan Korea Selatan yang notabene negara-negara superior di bidang olahraga untuk kawasan Asia.
Baca Juga: Syok Imam Nahrawi jadi Tersangka, PKB: Mohon Doanya
Tak hanya di ajang Asian Games, di bawah era Imam Nahrawi, Indonesia kembali bisa meneruskan tradisi emas di Olimpiade. Momen itu terjadi pada tahun 2016 lalu yang diperoleh lewat cabang olahraga bulutangkis yang diraih oleh pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
Tradisi emas ini sebelumnya sempat terputus di tahun 2012.
Memberikan bonus besar pada atlet
Saat menjabat sebagai Menpora, Imam Nahrawi membuat keputusan berani dengan memberikan bonus besar bagi para atlet berprestasi.
Salah satunya lewat Peraturan Menteri (Permen) terkait bonus kepada atlet yang meraih prestasi level dunia untuk single event seperti yang didapat Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan saat menjadi juara dunia 2019 lalu.
Tak hanya itu, Imam Nahrawi juga menggelontorkan sejumlah bonus pada atlet-atlet yang berjasa di ajang Asian Games dan Asian Para Games.
Bagi atlet yang berprestasi bonus yang diterima berkisar mulai dari Rp250 juta hingga Rp1,5 miliar. Sementara atlet yang ikut ambil bagian di ajang Asian Games 2018 mendapatkan bonus sebesar Rp20 juta.
Bonus dengan besaran yang sama juga diberikan pada para atlet di Asian Para Games.
Sedangkan untuk tim sepak bola Indonesia yang berlaga di ajang AFF mendapat bonus hingga Rp2,1 miliar.
Sukses menggelar even olahraga level internasional
Selain sukses di even Asian Games 2018, di era Imam Nahrawi, Indonesia yang jadi penyelenggara juga mampu menjalankan tugasnya sebagai tuan rumah dengan baik.
Tantangan venue hingga wisma atlet yang terganggu bau tak sedap mampu diselesaikan dengan baik. Bahkan Indonesia saat itu mampu menghadirkan opening ceremony dan closing ceremony dengan sangat spektakuler.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
AQUA dan DBL Bersatu, Dukung Generasi Muda Tetap Prima di Lapangan
-
ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia
-
Drama Comeback dan Tangis Tuan Rumah Warnai Semifinal Campus League The Nationals 2026
-
Singkirkan Justin Hoh, Ubed Penuhi Target Lolos ke Semifinal Australian Open 2026
-
Buka Peluang ke World Marathon Majors, Pancasakti Run 2026 akan Dihadiri Ahok hingga Sandiaga Uno
-
Faktor Kenyamanan Bantu Alwi Farhan Melaju ke Semifinal Australian Open 2026
-
Rehan/Gloria Akui Kurang Sabar saat Tersingkir di Perempat Final Australian Open 2026
-
Tersingkir di Australian Open 2026, Leo/Daniel Jadikan Kekalahan dari Liang/Wang Tolok Ukur
-
Tembus Perempat Final, Ana/Trias Berambisi Juara Australian Open 2026