Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Senin, 16 Desember 2019 | 20:01 WIB
Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Suara.com - Keberhasilan kontingen Indonesia memenuhi target raihan medali emas SEA Games 2019 Filipina turut dibarengi dengan beberapa catatan minor.

Setelah pesta olahraga dua tahunan itu usai, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bakal mengevaluasi sejumlah cabang olahraga.

Khususnya cabor-cabor prioritas yang diproyeksikan lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo.

Kendati berhasil melebihi target 60 medali emas, beberapa cabor prioritas Olimpiade yang dikirim ke Filipina nyatanya gagal memenuhi target.

Salah satunya akuatik, khususnya disiplin renang.

Di saat tim polo air putra berhasil membuat kejutan dengan merebut medali emas dengan mengalahkan juara bertahan Singapura, tim renang Indonesia justru melempem.

PRSI selaku induk olahraga renang Indonesia, gagal mewujudkan target empat medali emas.

Target emas yang meleset itu dari nomor 50 meter gaya punggung putra, 10 kilometer renang perairan terbuka putra, 100 meter gaya punggung putri, dan 200 meter gaya punggung putra.

Tim renang Indonesia pada kenyataannya hanya mampu merebut satu medali emas dari nomor 50 meter gaya punggung putra melalui I Gede Siman Sudartawa.

Perenang putra andalan Indonesia, I Gede Siman Sudartawa berlatih di kolam renang New Clark City Aquatic Center, Senin (2/12/2019). [Dok. PRSI]

"Nanti akan ada evaluasi, karena hingga kini belum sempat," ujar Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (16/12/2019).