Suara.com - Pelatih kepala sektor ganda campuran PBSI, Richard Mainaky memanfaatkan waktu luang di tengah pandemi virus Corona dengan membuka warung makan di kampung halaman sang istri, di Tondano, Sulawesi Utara.
Richard mengungkapkan ide membuka warung makan terlintas kala dirinya dan keluarga menjalani isolasi mandiri di kampung halaman ketika pandemi Covid-19 menghantam Tanah Air.
"Istri saya punya ide ini saat sedang liburan di tengah wabah ini. Kebetulan tanah di samping rumah itu kosong. Jadi saya coba-coba," kata Richard Mainaky kepada Suara.com, Kamis (18/6/2020).
Tempat makan bernama Warung Wale itu baru dibuka Richard sejak Senin, 15 Juni lalu. Warung tersebut menjual berbagai makanan khas Tondano, mulai dari Mie Kuah Cakalang, Mie Kuah Ba, Tuna Bakar/Goreng, dan aneka gorengan serta kopi.
"Ini iseng-iseng tapi ternyata lumayan pengunjungnya. Ibu Lurah bersama team juga sudah makan siang di sini," beber Richard.
Warung makan tersebut dibangun Richard di kawasan rumahnya, yang mirip seperti tempat wisata dengan pemandangan kolam ikan serta persawahan.
Pelatih berjuluk Tangan Besi itu menyebut hingga kini hanya warung makan saja yang dibuka untuk umum. Sementara bangunan lain tidak.
"Rumah makan dibuka untuk umum, bisa sekalian untuk foto-foto. Sementara tempat lain tidak (bisa) untuk menginap," beber pelatih asal Maluku itu.
Richard bukannya tanpa niat untuk menjadikan area di rumahnya menjadi tempat wisata. Karena Richard menilai kompleks rumahnya yang cukup luas punya prospek jadi kawasan wisata.
Baca Juga: Soal Status Magang Tontowi Ahmad, Richard Mainaky: Saya Juga Kaget
"Lumayan kalau dipromosikan. Nama tempat (kompeks rumah saya) itu Walene Thalia," jelas Richard.
Richard Mainaky kekinian masih berada di Tondano. Dia berencana untuk bertolak ke Jakarta pada pekan depan untuk kembali memimpin program latihan sektor ganda campuran PBSI.
Pemusatan latihan nasional (Peltnas) PBSI sendiri telah berlangsung sejak 2 Juni 2020. Praveen Jordan dan kawan-kawan untuk sementara dibimbing asisten pelatih Nova Widianto.
Berita Terkait
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko