Sport / arena
Reky Kalumata
David Singleton saat masih menjabat sebagai pelatih kepala KAI Bima Perkasa Jogja pada Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2021. (Dokumentasi IBL)

Suara.com - David Singleton resmi berpisah dengan KAI Bima Perkasa Jogja untuk bergabung dengan Prawira Bandung untuk mengarungi kompetisi Liga Bola Basket Indonesia (IBL) dua musim berikutnya.

Sementara Masalah yang didapati Ferrari ketika F1 GP Prancis menunjukkan kelemahan tim Italia itu dengan ban depan belum hilang dan mereka harus memperbaikinya untuk musim depan, ungkap bos tim Mattia Binotto.

Berita di atas adalah dua dari lima berita olahraga yang menarik di kanal sport Suara.com, sepanjang Selasa (22/6/2021) yang kami rangkum di bawah ini

1. David Singleton Gabung Prawira Bandung Setelah Berpisah dengan Bima Perkasa

Baca Juga: Menang di MotoGP Jerman 2021, Marc Marquez: Jangan Bebankan Saya Menang di Belanda

David Singleton saat masih menjabat sebagai pelatih kepala KAI Bima Perkasa Jogja pada Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2021. (Dokumentasi IBL)

David Singleton resmi berpisah dengan KAI Bima Perkasa Jogja untuk bergabung dengan Prawira Bandung untuk mengarungi kompetisi Liga Bola Basket Indonesia (IBL) dua musim berikutnya.

Kabar berpisahnya David dari KAI Bima Perkasa diumumkan lewat Instagram @bimaperkasajgj.

Baca selengkapnya

2. Masalah Keausan Berlebihan Ban Depan Masih Jadi PR buat Ferrari

Pembalap Ferrari Carlos Sainz Jr memimpin dari pembalap Ferrari lainnya saat F1 GP Prancis di sirkuit Paul-Ricard in Le Castellet, southern France, on June 20, 2021. CHRISTOPHE SIMON / AFP

Masalah yang didapati Ferrari ketika F1 GP Prancis menunjukkan kelemahan tim Italia itu dengan ban depan belum hilang dan mereka harus memperbaikinya untuk musim depan, ungkap bos tim Mattia Binotto.

Baca Juga: Setelah Sachsenring, Marc Marquez Hadapi Tantangan Berbeda di Assen

Balapan pada Minggu di Le Castellet menjadi kali pertama bagi Ferrari gagal mencetak poin tahun ini, saat pebalap Spanyol Carlos Sainz finis P11 dan Charles Leclerc di P16.

Komentar