Suara.com - Pemerintah metropolitan Tokyo berencana mengalihkan kirab obor Olimpiade dari jalan umum pada paruh kedua dari total 15 hari yang harus dilewati di daerah pusat ibu kota Jepang itu menyusul lonjakan kasus COVID-19, menurut pejabat yang mengetahui rencana tersebut. Kyodo melaporkan hal ini, Senin (5/7/2021).
Kirab obor, yang dijadwalkan akan dimulai Jumat di Tokyo, dua pekan sebelum dimulainya Olimpiade 2020, kemungkinan besar hampir seluruhnya akan diadakan tanpa penonton sebagai upaya penyelenggara untuk menggelar pesta olahraga itu secara aman di tengah krisis kesehatan global.
Pemerintah Tokyo pekan lalu mengatakan kirab akan ditarik dari jalan, tidak termasuk pulau-pulau kecil Tokyo, pada delapan hari pertama.
Sementara itu, kemungkinan besar jumlah penonton yang diizinkan hadir di setiap venue juga akan dikurangi. Panitia penyelenggara Olimpiade 2020 Tokyo mengatakan bahwa mereka akan menunda rilis hasil undian tiket Olimpiade hingga Sabtu.
Panitia awalnya berencana untuk merilis hasil pada Selasa (6/7). Penyelenggara Olimpiade Tokyo juga dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan pekan ini untuk meninjau kembali kebijakan yang mengizinkan hingga 10.000 penonton per arena pertandingan.
Dalam perkembangan terkait, Gubernur Hokkaido, Senin, meminta badan penyelenggara untuk mempertimbangkan penyelenggaraan maraton dan jalan cepat di Sapporo, ibu kota pulau utama paling utara Jepang itu, tanpa penonton di pinggir jalan dalam upaya mengekang penyebaran virus corona.
Gubernur Hokkaido, Naomichi Suzuki, bertemu dengan pejabat komite, termasuk Wakil Direktur Jenderal Hiroshi Sato, meminta agar mereka menerapkan langkah-langkah pencegahan COVID-19 yang ketat dan mencegah orang berkumpul di pinggir jalan untuk acara yang berlangsung pada 5-8 Agustus itu.
Suzuki berharap penyelenggara dapat mendorong orang untuk menonton maraton di TV daripada hadir di sepanjang rute.
Lima badan penyelenggara, termasuk Komite Olimpiade Internasional (IOC), dan pemerintah pusat dan kota metropolitan Tokyo, akan mengadakan pertemuan paling cepat Kamis untuk meninjau batasan jumlah kehadiran penonton.
Baca Juga: Melunak, Naomi Osaka Bersedia Lakukan Jumpa Pers di Olimpiade Tokyo
Imigrasi yang memantau kedatangan delegasi Olimpiade dan staf dari luar negeri juga berada di bawah pengawasan publik setelah dua anggota tim Uganda dan seorang atlet Serbia dinyatakan positif COVID-19 setibanya di Jepang.
Delegasi Olimpiade sudah mulai berdatangan ke Jepang secara massal sejak awal bulan ini, dan sekitar 1.000 orang diperkirakan akan memasuki negara tersebut dalam tujuh hari hingga Minggu.
Pada Senin, tercatat total 46 atlet dan staf dari Uzbekistan tiba di bandara Narita, dekat Tokyo, untuk kamp pelatihan pra-Olimpiade di Suginami Ward.
Mereka adalah kelompok pertama yang mendarat di Jepang untuk kamp pelatihan di Tokyo, menurut Sekretariat Kabinet.
[Antara]
Berita Terkait
-
Lanny/Apriyani Lupakan Target ke Olimpiade 2028, Pilih Evaluasi Menyeluruh
-
Leo Rolly/Daniel Diproyeksikan untuk Tampil di Olimpiade 2028
-
Momentum Emas Leo/Daniel: Dari Thailand Open 2026 Menuju Panggung Olimpiade 2028
-
NOC Indonesia Tetapkan Dua Anggota Baru Usai Rapat Anggota Tahunan
-
Ketua KOI Soroti Krisis Anggaran, Sebut Kondisi Olahraga Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Ganda Putra Indonesia Berguguran, Raymond/Joaquin Tak Terbeban Jadi Tumpuan di Indonesia Open 2026
-
Kecepatan Shuttlecock Jadi Pembeda, Jafar/Felisha Revans Wakil Korea di Indonesia Open 2026
-
Fajar Alfian Akui Penampilan Terburuk Bersama Fikri Usai Tersingkir di Indonesia Open 2026
-
Pitchamon 'Pink' Terpukau Atmosfer Istora Senayan, Sebut Suporter Indonesia Sangat Menggemaskan
-
Isu Anggaran, PBVSI Masih Menunggu soal Keikutsertaan Timnas Voli di Asian Games 2026
-
Cerita An Se-young Akrab dengan Megawati Hangestri, Persahabatan Lintas Cabor
-
Indonesia Open 2026: Fadia/Tiwi Singkirkan Ranking 3 Dunia, Ungkap Rahasia Comeback
-
Lanny/Apriyani Lupakan Target ke Olimpiade 2028, Pilih Evaluasi Menyeluruh
-
Timnas Voli Putri Indonesia Bidik Empat Besar Piala AVC Putri 2026 di Filipina
-
Kimi Antonelli Waspadai Ancaman Ferrari pada GP Monako 2026