Sport / balap
Arief Apriadi
Arsip - Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez dan Aleix Espargaro (Aprilia) saat menjalani sesi latihan bebas MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island, 27 Oktober 2019. WILLIAM WEST / AFP.

Suara.com - Aleix Espargaro (Aprilia) dan Marc Marquez (Repsol Honda) ribut-ribut setelah menyelesaikan MotoGP Styria 2021. Penutupan Olimpiade Tokyo ikut terbawa-bawa dalam adu argumen tersebut.

Aleix Espargaro begitu marah dengan Marc Marquez karena masalah senggolan yang terjadi dua kali di MotoGP Styria, di Red Bull Ring, Austria, Minggu (8/8/2021).

Kedua pebalap Spanyol itu dua kali bersinggungan di Red Bull Ring. Kedua insiden terjadi di lokasi yang sama, yakni tikungan satu.

Insiden pertama berlangsung di lap pertama. Espargaro terpaksa melebar di tikungan satu karena Marc Marquez menyengolnya dari sisi dalam.

Baca Juga: Salut dengan Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo, Menpora: Indonesia Bisa Belajar

Tak berselang lama, balapan dihentikan (red flag) setelah kecelakaan yang melibatkan Dani Pedrosa (KTM) dan Lorenzo Savadori (Aprilia).

Espargaro yang sudah terlihat kesal dengan berbicara kepada Marc Marquez saat seluruh pebalap kembali ke pit, kembali dibuat meradang saat balapan restart.

Marc Marquez lagi-lagi menyenggolnya di tikungan pertama. Kejadiannya serupa, Aleix Espargaro harus melebar agak tidak terjadi tabrakan.

Espargaro menegaskan bahwa dia tak akan menyalahkan gaya balap Marc Marquez secara langsung. Dia lebih menyoroti sikap race director dan steward kenapa tidak memberi hukuman kepada The Baby Alien.

"Terkait Marc Marquez, saya tidak akan menyalahkan dia. Maksud saya tak ada gunanya melakukan itu," kata Espargaro dikutip dari Motorsport, Senin (9/8/2021).

Baca Juga: Bertekad Tebus Kegagalan di Tokyo, Pemanah Riau Ega Tak Sabar Tampil di Paris 2024

"Marquez ya Marquez, setiap balapan dia selalu melakukan itu saat menyalip dalam 10 tahun terakhir."

Komentar