Suara.com - Timnas Brasil memang berhasil meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020. Namun selebrasi para pemainnya kini menimbulkan masalah di negeri sendiri.
Selebrasi Dani Alves dan kawan-kawan di Stadion Internasional Yokohama, Sabtu (7/8/2021) bikin Komite Olimpiade Brazil (COB) geram bukan main.
COB bertekad untuk mengambil tindakan tegas terhadap konfederasi sepak bola Brazil (CBF) lantaran para pemain naik podium tanpa mengenakan jaket tim.
Selepas mengalahkan Spanyol 2-1 lewat babak tambahan waktu di final, Malcolm sang pencetak gol kemenangan dan rekan-rekannya yang lain naik ke podium juara dengan mengikat jaket di pinggang.
Alhasil, simbol apparel olahraga China, Peak selaku sponsor tim Brasil di Olimpiade Tokyo 2020 tak terlihat. Yang terpampang justru logo Nike selaku sponsor jersey mereka.
Nike merupakan sponsor resmi timnas Brazil di bawah CBF, sedangkan COB punya kontrak sponsor dengan Peak sebagai apparel kontingen Negeri Samba itu di Olimpiade Tokyo.
"COB tidak bisa menerima sikap CBF dan para pemain tim sepak bola Brazil dalam upacara pengalungan medali," demikian pernyataan resmi COB.
"Setelah Olimpiade selesai, COB akan mengumumkan langkah yang diambil demi menjaga hak-hak Gerakan Olimpiade, para atlet dan sponsor kami," tulis pernyataan yang sama.
Sementara itu, juru bicara CBF mengaku tidak memahami duduk perkara insiden tersebut saat dikonfirmasi, demikian Reuters sebagaimana dilansir dari Antara, Senin (9/8/2021).
Baca Juga: Klasemen Akhir Olimpiade Tokyo: AS Juara Umum, Indonesia Negara ASEAN Terbaik Kedua
Berita Terkait
-
Salut dengan Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo, Menpora: Indonesia Bisa Belajar
-
Bertekad Tebus Kegagalan di Tokyo, Pemanah Riau Ega Tak Sabar Tampil di Paris 2024
-
Sukses Besar di Olimpiade Tokyo, Filipina Pede Tatap Asian Games 2022
-
Resmi Berakhir, Tokyo Serahkan Bendera Olimpiade ke Paris
-
Tanpa Penonton, Para Atlet Berbaur Budaya Rayakan Penutupan Olimpiade Tokyo
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga