Suara.com - Atlet judo Georgia dikeluarkan dari Paralimpiade Tokyo awal pekan ini ditangkap karena diduga menyerang seorang penjaga keamanan di sebuah hotel, kata panitia penyelenggara seperti dilaporkan Kyodo, Jumat (20/8/2021).
Zviad Gogotchuri yang merupakan peraih medali emas kelas 90 kilogram judo putra Paralimpiade Rio de Janeiro 2016 ditangkap oleh polisi Jepang, Senin (16/8/2021).
Judoka berusia 34 tahun itu akan berlaga dalam cabang olahraga ini pada nomor 100 kg dalam Paralimpiade ini yang akan dimulai Selasa.
Dia dituduh mematahkan tulang rusuk penjaga keamanan yang berusia 60-an pada pagi hari tanggal 12 Agustus ketika dia menyergap pria tersebut dan lalu mencekik lehernya.
Insiden tersebut terjadi setelah penjaga keamanan yang berbeda memperingatkan Gogotchuri dan beberapa atlet Georgia lainnya untuk tidak membuat kegaduhan saat minum-minum di koridor lantai enam hotel yang berlokasi di Tokyo tersebut.
Gogotchuri dikarantina di hotel setelah seorang anggota tim negara tersebut dinyatakan positif COVID-19.
Panitia penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo mengatakan pihaknya juga melarang salah seorang atlet Georgia yang minum-minum dengan Gogotchuri saat itu, berlatih selama tiga hari sebagai hukuman.
Panitia mengatakan telah memberikan peringatan keras kepada 15 anggota tim nasional Georgia yang menginap di hotel tersebut dan komite Paralimpiade juga memberi peringatan atas perilaku mereka.
Karena pandemi virus corona, Paralimpiade, yang melibatkan hingga 4.400 atlet dari seluruh dunia, akan diadakan tanpa penonton, kecuali sejumlah siswa yang berpartisipasi dalam program pendidikan yang didukung pemerintah.
Baca Juga: Paralimpiade Tokyo: Rombongan CdM dan Para Atletik Indonesia Bertolak ke Jepang Hari Ini
Selama Olimpiade Tokyo yang berakhir 8 Agustus lalu dua judoka putra dari Georgia dicabut akreditasinya karena meninggalkan kampung atlet untuk pergi jalan-jalan yang melanggar protokol COVID-19. [Antara]
Berita Terkait
-
Turki Tundukkan Georgia 3-2 dan Wales Menang Tipis 1-0 di Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Persiapan SEA Games 2025, Judoka Rani Akan Jalani TC di Australia
-
Masuk Top 10 Netflix Global, 7 Fakta Menarik Ginny & Georgia Season 3
-
6 Series Hollywood yang Tayang di Netflix Bulan Juni, Ada si Legendaris 'Chucky'
-
Reda Manthovani Bawa Indonesia Harum di Korea! Raih Gelar Grand Master Taekwondo Dunia
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Kejuaraan Beregu Asia 2026: Indonesia Satu Grup dengan Malaysia
-
Datangkan Pemain Jempolan, Kesatria Bengawan Solo Pasang Target Tinggi di IBL 2026
-
Avan Seputra Ingin Bawa Pengalaman Juara di Kesatria Bengawan Solo
-
Presiden Pelita Jaya Jakarta Ungkap Wacana Pembangunan Stadion Sendiri
-
Atlet Lari Indonesia akan TC ke Kenya sebagai Persiapan Asian Games 2026
-
Martina Ayu Pratiwi Diguyur Bonus Rp3,4 Miliar usai Raih 7 Medali SEA Games, Jumlah Terbanyak
-
Atlet Panjat Tebing Indonesia Dapat Tawaran Naturalisasi Negara Lain, Iming-iming Menggiurkan
-
Jadwal Proliga 2026 Hari Ini: JPE Tandang Electric, Bandung bjb Hadapi Livin Mandiri
-
Hadapi Anak Asuh Herry IP Lagi, Sabar/Reza Tetap Waspada Meski Unggul Rekor Pertemuan
-
Jadwal Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Siap Tempur, Sabar/Reza Jumpa Anak Asuh Herry IP