Sport / arena
Rully Fauzi
Logo PON XX Papua 2021. [ANTARA News Papua/HO-PB PON Papua]

Suara.com - Gelaran PON XX Papua 2021 tersisa satu hari lagi jelang penutupan. Seluruh atlet maupun ofisial wajib menjalani tes PCR dan pemeriksaan malaria jelang closing ceremony esok.

Para atlet dan ofisial yang terlibat di PON Papua telah meninggalkan Mimika satu persatu. Antrean pemeriksaan di Puskesmas Timika terlihat melonjak.

Mereka wajib menjalani PCR dan pemeriksaan malaria mengingat Papua saat ini memang merupakan daerah endemik.

Seperti dilansir laman resmi PON, Kamis (14/10/2021), pantauan di Laboratorium Balai Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jayapura menunjukkan para atlet dan offisial dari pagi sudah antre untuk menjalani tes.

PON Papua menjadi event multievent pertama yang digelar di Indonesia di masa pandemi virus Corona.

Untuk masuk dan keluar Papua, semua peserta harus memiliki hasil tes COVID-19 negatif. Termasuk Mimika, yang menjadi keluar masuk salah satu dari empat klaster PON Papua.

Salah satu petugas medis yang enggan disebutkan namanya mengakui, antusias atlet dan ofisial dari masing-masing kontingen yang datang melakukan tes PCR maupun malaria sangat tinggi. Hal ini memang bisa mereka manfaatkan untuk mengecek kesehatan juga.

"Dari hari pertama sangat banyak, kemarin mencapai 500 orang dan hari ini sudah mencapai 200 orang lebih," katanya.

Salah satu ofisial dari DKI Jakarta, Diana Putri mengatakan sebelum kembali ke ibu kota, seluruh ofisial dan atlet wajib mengikuti screening PCR dan malaria.

"Selain PCR, dilakukan pelacakan (tracing) terhadap kontingen DKI yang telah berlaga pada PON Papua ini untuk pencegahan kasus positif COVID-19," paparnya.

[Aulia Ivanka Rahmana]

Komentar

terkini