Suara.com - Performa ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, mendapat sorotan usai tak begitu maksimal ketika tampil di tur Eropa. Terkait hal itu, Nova Widianto selaku pelatih menyebut komunikasi buruk menjadi penyebab.
Nova melihat komunikasi antara Praveen dan Melati tidak sebagus biasanya sehingga berpengaruh pada penampilan keduanya terutama di final Hylo Open Jerman yang berakhir sebagai runner-up.
"Saya kemarin lihat komunikasi mereka di Eropa agak kurang, tapi sebenarnya mereka bisa tampil maksimal (di Bali) kalau tidak usah memikirkan itu. Komunikasi mereka tidak secair biasanya, tapi yang penting fokus diri sendiri saja saya rasa tidak masalah," kata Nova saat ditemui di Nusa Dua, Bali, Minggu.
Jelang dimulainya agenda Indonesia Badminton Festival (IBF) 2021 pada hari Selasa, Nova masih meyakinkan kedua pemainnya itu agar bisa kembali solid dan meningkatkan permainan mereka di turnamen kandang.
Ia menduga kondisi yang dialami pasangan peringkat lima dunia itu dipengaruhi kejenuhan akibat panjangnya turnamen Eropa yang dijalani hingga mencapai 1,5 bulan.
Sebagai pelatih, Nova berusaha meyakinkan Praveen dan Melati bahwa komunikasi menjadi faktor penting untuk menentukan hasil pertandingan.
"Jika melihat hasil-hasil sebelumnya, gelar yang mereka cetak terjadi saat komunikasinya bagus. Itu yang kami ingatkan terus ke mereka dan minta mereka coba memperbaiki komunikasi," Nova menyebutkan.
Sementara itu, Melati yang ditemui setelah sesi latihan mengaku tidak mengalami kendala di lapangan bersama rekannya dan tetap kompak jelang turnamen.
Melati menuturkan, bahwa komunikasinya dengan Praveen baik-baik saja dan tetap berlatih seperti biasa jelang Indonesia Masters 2021 yang mulai berlangsung pekan depan.
Baca Juga: Jeblok di Tur Eropa, Praveen / Melati Bertekad Bangkit di Turnamen Bali
"Kalau saya pribadi tidak ada masalah dengan Jordan, di sini juga tetap latihan dan berkomunikasi baik," kata Melati saat dikonfirmasi.
Berita Terkait
-
Bobby/Melati Jadikan BAC 2026 Ajang Belajar Usai Tersingkir di 32 Besar
-
PB Djarum Apresiasi Atlet Berprestasi, Salsabila Zahra Aulia Jadi Bintang Muda Terbaik
-
Indonesia International Challenge 2025: 5 Ganda Campuran Amankan Tempat di Perempat Final
-
Status Unggulan Kedua, Bisakah Bobby/Melati Penuhi Ekspektasi di China Masters?
-
Debut Bobby/Melati di Turnamen BWF Papan Atas, Upaya Buktikan Konsistensi
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Bidik Predikat Terbaik Dunia, Indonesia Open 2026 Gabungkan Kecanggihan Teknologi dan Sport
-
Gerry Salim Harumkan Nama Indonesia, Raih Podium Kedua di ARRC Sepang 2026
-
Puji Dampak IBL All-Star 2026, Ditjen Imigrasi Bentuk Tim Permudah Masuknya Pemain Asing
-
Pertamina Enduro Selangkah ke Grand Final Proliga 2026 Usai Tundukkan Electric PLN 3-2
-
Jakarta Bhayangkara Presisi Tumbangkan Samator 3-0, Persaingan Final Proliga 2026 Makin Ketat
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
AVC Cup 2026: Timnas Voli Putra Indonesia Masuk Grup Neraka, Ada Thailand hingga Korea
-
Kisah Haru Prabowo di Munas IPSI, 34 Tahun Mengabdi Kembangkan Pencak Silat
-
IBL 2026: Pelita Jaya Resmi Datangkan Perrin Buford, Top Skorer Liga Jepang
-
Resmi Berstandar Dunia, Mangkunegaran Run 2026 Bakal Guncang Solo