Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan pencapaian Indonesia pada SEA Games 2021 di Vietnam menjadi bekal dalam persiapan menuju Olimpiade Paris 2024.
Dia juga menyebut dalam perjalan menuju Paris, Indonesia akan menghadapi sejumlah ajang lainnya seperti SEA Games 2023 di Phnom Penh, Kamboja dan Asian Games 2022 di Hangzhou, China.
"Pada 2023 nanti ada SEA Games Kamboja dan Asian Games di China. Kita berharap ini akan menjadi satu rangkaian persiapkan sesuai Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang menjadi pijakan untuk pembinaan prestasi," kata Amali seperti dimuat Antara, Rabu (25/5/2022).
Sejak awal, Amali menegaskan bahwa dalam DBON, SEA Games dan Asian Games merupakan sasaran antara, sedangkan sasaran utama Indonesia adalah Olimpiade dan yang terdekat Paris 2024.
Dia juga menyebut bahwa harapan masyarakat dan Presiden Joko Widodo agar Indonesia memperbaiki peringkat dari SEA Games 2019 Filipina telah dijawab kontingen Indonesia yang dikirim ke SEA Games 2021 Vietnam dengan membawa pulang 69 emas, 92 perak, dan 80 perunggu.
"Dengan komposisi atlet yang lebih sedikit dari saat ke SEA Games Filipina yang mencapai 841 dan di Vietnam hanya setengahnya yakni 499 atlet tetapi dengan raihan prestasi berada di peringkat ketiga," katanya.
SEA Games Vietnam, kata Amali, menjadi ajang untuk mengimplementasikan paradigma baru dalam pengiriman atlet. Selain itu, program cetak juara yang kaitannya dengan DBON ampuh mengangkat prestasi.
Indonesia tidak lagi bangga dengan pengiriman atlet dengan jumlah yang banyak, tetapi kualitas atlet yang dikirim benar-benar terseleksi oleh tim review.
"Ke depan kita akan makin ketatkan lagi dengan parameter-parameter yang lebih ketat, sehingga kesiapan kita sesuai DBON targetnya adalah Olimpiade," ujar Amali.
Baca Juga: Top 5 Sport: Profil Nizar Zulfikar, Setter Andalan Timnas Voli Indonesia di SEA Games 2021
Terkait komposisi atlet yang dikirimkan adalah 60 persen atlet muda dan 40 persen senior. Hal itu sebagai upaya mempersiapkan atlet pelapis.
Dalam DBON ini, kata Amali, menjadi panduan pembinaan termasuk dalam pengiriman atlet sesuai rekomendasi tim review Kemenpora dan sport science menjadi pendamping utama.
"Jadi atlet yang tidak siap tentu tidak kita kirim. Ke depan akan ada pengetatan fisik baik kebugaran, cedera, dan sebagainya," ujar Amali menambahkan.
Dia juga kembali menegaskan pemerintah dan stakeholder olahraga akan konsisten menjalankan DBON sehingga semua benar-benar harus mempersiapkan dengan serius.
"Kita menyiapkan pembinaan-pembinaan di sentra-sentra sesuai dengan Perpres 86/2021 dan langsung kita tempelkan langsung ke perguruan tinggi, misalnya di DKI ada di UNJ, Bandung ada di UPI, Jateng di Unnes Semarang, dan Jatim di Unesa Surabaya dan sebagainya. Perguruan tinggi ini dulunya IKIP karena mereka miliki fakultas keolahragaan dan lab sport science dan lab school yang memadai," ujar Amali.
[Antara]
Berita Terkait
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Menpora Puji Keberanian Viona Ungkap Kasus Pelecehan Seksual di Kickboxing
-
Menpora Dukung FPTI Bentuk Tim Pencari Fakta Demi Wujudkan Keadilan Bagi Atlet
-
Geram Atlet Jadi Korban Pelecehan, Erick Thohir: Jahanam!
-
Momentum HUT NOC Indonesia: Satukan Visi Prestasi, dan Proteksi Atlet dari Kekerasan serta Pelecehan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
13 Atlet Panjat Tebing Indonesia Jadikan Seri Wujiang Pemanasan Asian Games
-
Pukau Publik, Pembalap Pertamina Enduro Dilirik Tim Pabrikan MotoGP
-
Erick Thohir Dorong Revolusi SEA Games: Stop Cabor Aneh-aneh, Fokus Olimpiade!
-
Hasil IHTTC 2026: Pembalap Sleman Melaju Kencang, Sayang Kena Sanksi di Sepang
-
China Rengkuh Gelar Ke-12, Kisah Ajaib Prancis di Piala Thomas 2026 Berakhir
-
Korea Selatan Juara Piala Uber 2026, Tumbangkan China 3-1 di Final
-
Kimi Antonelli Juara F1 GP Miami 2026, Hat-trick Kemenangan Beruntun
-
Regenerasi Atlet Panahan! 562 Anak Unjuk Gigi di MilkLife Archery Challenge Kudus
-
Hasil Piala Uber 2026: Sikat Denmark 3-1, Srikandi Indonesia Lolos ke Semifinal
-
Terungkap Alasan Megawati Hangestri Pertiwi Mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia