Suara.com - Langkah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo dalam menciptakan lingkungan yang inklusif kembali menuai perhatian. Ia menunjuk Ardima Rama Putra, seorang pemuda difabel, sebagai Staf Khusus Menpora Bidang Kebijakan Prestasi dan Industri Olahraga.
Ardima Rama Putra menyampaikan bagaimana Kemenpora menjadi lembaga yang inklusif di masa Menpora Dito Ariotedjo. Dia, yang merupakan penyandang disabilitas, diberi kesempatan untuk menjadi ‘pembisik’ dari Menpora.
“Saya diberi kesempatan menjadi Staf Khusus Menpora Bidang Kebijakan Prestasi dan Industri Olahraga. Jika biasanya orang underestimate dan meragukan kemampuan disabilitas, tapi menpora berani menunjuk saya,” ucap Ardima.
Ardima, yang sebelumnya terlibat aktif dalam berbagai ajang olahraga seperti Asian Para Games 2018, FIBA Asia Cup 2021, dan FIBA World Cup 2023, kini mengemban tugas penting di Kemenpora.
Ardima mengisi jabatan yang tak khusus untuk disabilitas. Jabatan itu pun sebenarnya bisa dipegang oleh orang yang biasa.
“Saya tak hanya mengisi posisi yang kosong sebagai ‘syarat’ ada disabilitas. Jauh lebih dari itu, saya memegang posisi yang sebenarnya bisa diisi oleh orang normal,” katanya.
Dia menceritakan bahwa Kemenpora adalah lembaga inklusif. Lembaga itu tak membeda-bedakan disabilitas atau tidak. Semua punya posisi yang sama.
“Ini membuktikan bahwa Menpora, dan Kemenpora inklusi. Tidak membeda-bedakan apakah anda disabilitas atau bukan. Ketika anda memang memiliki kemampuan, maka anda berhak untuk mengisi posisi itu,” ujarnya.
Ardima aktif dalam dunia basket. Dia pernah aktif di Perbasi Kota Jakarta Timur, lalu Perbasi Pusat sebagai Waketum. Kini, dia diamanahi sebagai Plt Ketum Perbasi.
Baca Juga: Menpora Tegaskan Target Timnas Indonesia di Piala AFF 2024 Adalah Juara
Selain itu, dia menjadi Panitia di Asian Para Games 2018, FIBA Asia Cup 2021, FIBA World Cup 2023
Ardima mengaku, selama memberikan masukan soal peningkatan prestasi dan industri olahraga, dia merasa suaranya didengar oleh Dito.
“Alhamdulillah, Menteri Dito mendengar dan mencermati masukan saya di bidang peningkatan prestasi dan pengembangan industri olahraga,” katanya.
Memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) pada 3 Desember, Ardima berharap Kemenpora semakin inklusif. Dia berharap semua kebijakan di Kemenpora bisa melibatkan dan mendengar disabilitas.
“Termasuk program-program kemenpora yang lain untuk lebih banyak mengafirmasi keterlibatan difabel dalam proses perumusan dan implementasi kebijakan di kemenpora,” Ketua Dewan Pertimbangan Pusat NPC Indonesia itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Kejuaraan Beregu Asia 2026: Indonesia Satu Grup dengan Malaysia
-
Datangkan Pemain Jempolan, Kesatria Bengawan Solo Pasang Target Tinggi di IBL 2026
-
Avan Seputra Ingin Bawa Pengalaman Juara di Kesatria Bengawan Solo
-
Presiden Pelita Jaya Jakarta Ungkap Wacana Pembangunan Stadion Sendiri
-
Atlet Lari Indonesia akan TC ke Kenya sebagai Persiapan Asian Games 2026
-
Martina Ayu Pratiwi Diguyur Bonus Rp3,4 Miliar usai Raih 7 Medali SEA Games, Jumlah Terbanyak
-
Atlet Panjat Tebing Indonesia Dapat Tawaran Naturalisasi Negara Lain, Iming-iming Menggiurkan
-
Jadwal Proliga 2026 Hari Ini: JPE Tandang Electric, Bandung bjb Hadapi Livin Mandiri
-
Hadapi Anak Asuh Herry IP Lagi, Sabar/Reza Tetap Waspada Meski Unggul Rekor Pertemuan
-
Jadwal Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Siap Tempur, Sabar/Reza Jumpa Anak Asuh Herry IP