- Ganda putri Indonesia Rachel/Febi terhenti di semifinal SEA Games 2025 usai kalah dari unggulan Malaysia.
- Pertandingan di Bangkok tersebut berlangsung ketat tiga gim dengan skor akhir 14-21, 21-19, 16-21.
- Permainan Indonesia terganggu oleh kesalahan sendiri dan perubahan ritme akibat medical break lawan.
Suara.com - Langkah ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum harus terhenti di babak semifinal SEA Games 2025.
Tampil di Thammasat University Rangsit Campus, Bangkok, Sabtu, pasangan Merah Putih tersebut mengakui ketangguhan unggulan Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, lewat laga ketat tiga gim dengan skor 14-21, 21-19, dan 16-21.
Pada gim pertama, Rachel/Febi terlihat kesulitan mengembangkan permainan dan harus menyerah 14-21. Rachel mengakui bahwa dirinya dan Febi terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga kehilangan banyak poin krusial.
“Di gim pertama kami terlalu banyak buang-buang poin dan sering melakukan kesalahan sendiri,” ujar Rachel, dikutip dari PBSI.
Menurutnya, hal tersebut membuat pasangan Malaysia lebih leluasa mengontrol jalannya pertandingan.
Memasuki gim kedua, Rachel/Febi bangkit dan tampil lebih agresif.
Mereka berhasil menekan pertahanan Pearly/Thinaah hingga akhirnya merebut gim kedua dengan skor tipis 21-19. Kemenangan ini membuka asa ganda Indonesia untuk melaju ke partai final.
Namun pada gim penentuan, situasi berubah. Rachel mengungkapkan bahwa permintaan medical break dari Pearly/Thinaah di tengah gim ketiga cukup memengaruhi fokus mereka.
Ritme permainan yang sempat terbangun kembali terputus, meski Rachel/Febi berusaha menjaga konsentrasi.
Baca Juga: Timnas U-22 Gagal Total di SEA Games 2025, Komisi X DPR Minta PSSI Lakukan Evaluasi
“Cukup berpengaruh tadi ketika kami sedang dalam momen mengejar tapi lawan meminta medical break. Tapi kami coba untuk tetap fokus,” kata Rachel.
Meski demikian, pasangan Indonesia akhirnya harus menyerah 16-21 dan mengubur mimpi tampil di final.
Sementara itu, Febi menilai kekalahan ini menjadi pelajaran berharga, terlebih mereka menghadapi ganda unggulan pertama turnamen.
Ia menyoroti pentingnya menjaga fokus, terutama di poin-poin akhir yang kerap menjadi penentu.
“Ini pelajaran buat kami untuk tidak mudah hilang fokus menjelang poin-poin akhir dan tidak mudah melakukan kesalahan sendiri. Kami harus lebih tahan,” ujar Febi.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Menpora Puji Keberanian Viona Ungkap Kasus Pelecehan Seksual di Kickboxing
-
Pecahkan Rekor Dunia, Atlet Kriket Indonesia Terima Sertifikat Guinness World Records
-
Makna Selebrasi Tepuk Dada Alwi Farhan Usai Comeback Epik di Swiss Open
-
Anggap Semua Laga bak Final, Ini Resep Rahasia Anthony Ginting ke Perempat Final Swiss Open 2026
-
Menpora Dukung FPTI Bentuk Tim Pencari Fakta Demi Wujudkan Keadilan Bagi Atlet
-
Go Internasional! Byon Combat akan Digelar di Malaysia untuk Kali Pertama
-
Daftar Pemain Tim Merah untuk IBL All-Star 2026, Andakara Prastawa Dhyaksa Jadi Kapten
-
Daftar Pemain Tim Biru untuk IBL All-Star 2026, Yudha Saputera Jadi Kapten
-
Swiss Open 2026: Enam Wakil Indonesia Melaju ke Perempat Final, Putri KW hingga Ginting
-
Kasus Pelecehan Seksual di Panjat Tebing, Yenny Wahid Bentuk Tim Pencari Fakta