Sport / Raket
Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11 WIB
Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari kalah dua gim langsung 15-21, 8-21 dari pasangan Jepang Arisa Igarashi/Miyu Takahashi di babak 16 besar. [Dok. PBSI]
Baca 10 detik
  • Pasangan ganda putri Indonesia, Ana/Trias, tersingkir pada babak kedua Daihatsu Indonesia Masters 2026.
  • Mereka dikalahkan pasangan Jepang, Igarashi/Takahashi, dua gim langsung (15-21, 8-21) di Istora Gelora Bung Karno.
  • Kekalahan disebabkan kesulitan eksekusi strategi dan ritme permainan agresif lawan yang harus dievaluasi.

Suara.com - Perjalanan pasangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari, harus terhenti lebih cepat di ajang Daihatsu Indonesia Masters 2026.

Langkah mereka di babak kedua dijegal oleh pasangan Jepang, Arisa Igarashi/Miyu Takahashi, lewat kekalahan dua gim langsung dengan skor mencolok 15-21, 8-21.

Bertanding di Istora Gelora Bung Karno, Kamis (22/1/2026), Ana/Trias tampak kesulitan mengembangkan permainan terbaiknya sejak awal laga.

Dominasi Igarashi/Takahashi begitu terasa sepanjang pertandingan hingga membuat wakil tuan rumah terus berada dalam posisi tertinggal jauh.

Banyaknya kesalahan sendiri atau unforced errors yang dilakukan Ana/Trias semakin mempermudah pasangan Negeri Sakura untuk mendulang poin demi poin.

Ana mengakui bahwa strategi yang telah disiapkan sebelum pertandingan gagal dieksekusi dengan baik di lapangan.

“Hari ini kami tampil kurang baik, sebetulnya kami sudah siap dengan pola yang mau kami mainkan, tapi kami tidak bisa keluar dari tekanan,” kata Ana usai pertandingan.

Trias menambahkan bahwa faktor utama kekalahan mereka adalah ketidakmampuan untuk lepas dari ritme permainan lawan.

“Kami terlalu terbawa permainan lawan,” imbuh Trias.

Baca Juga: Putri KW Dapat Kenaikan Pangkat dari Polri, Jadi Briptu

Analisis menarik disampaikan Ana terkait gaya main lawan yang dinilainya sangat agresif layaknya pola permainan di sektor ganda campuran.

Hal ini tidak lepas dari latar belakang Arisa Igarashi yang merupakan mantan pemain ganda campuran dan pernah berpasangan dengan bintang dunia, Yuta Watanabe.

“Dia (Igarashi) kan pernah main ganda campuran, jadi mereka memang mainnya menyerang terus dan pola ini memaksa kami untuk bermain no lob, seharusnya kami tidak terbawa pola seperti ini,” tutur Ana.

Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi serius bagi finalis Australian Open 2025 tersebut bersama tim pelatih, Karel Mainaky dan Nitya Krishinda Maheswari.

Trias menyoroti aspek mentalitas dan pertahanan sebagai dua hal krusial yang wajib diperbaiki untuk turnamen selanjutnya.

“Ketenangan di lapangan harus diperbaiki lagi, sama defense-nya juga harus lebih rapat,” kata Trias.

Load More