Sukabumi.suara.com – Mesin ATM umumnya digunakan untuk menarik uang tunai yang dibutuhkan oleh nasabah bank tertentu. Tapi, apa jadinya jika ada ATM yang isinya adalah beras dan dapat diambil oleh warga miskin yang membutuhkan?
ATM tersebut rupanya ada di Sukabumi, sebagai bantuan bagi warga yang tidak terakomodir Bansos (bantuan sosial) dari pemerintah.
Bantuan tersebut, disalurkan dengan mesin ATM Beras dan rencananya akan ditempatkan di sejumlah lokasi di Kota Sukabumi.
Tidak dapat diambil oleh sembarang orang, keberadaannya disebut sebagai ATM beras karena memang dalam proses pengambilan nantinya dibutuhkan kartu khusus yang hanya dimiliki oleh warga kurang mampu.
Mesin ATM beras sendiri disebutkan mampu menampung ratusan liter beras dan memanfaatkan teknologi internet.
Nantinya, warga penerima bantuan akan diberikan kartu RFID (Radio Frequency Identification), sehingga setiap banyaknya beras yang diambil akan disesuaikan dengan jatah yang tercatat pada database.
Nantinya warga yang memiliki kartu khusus tersebut akan didata melalui verifikasi data warga calon penerima bantuan dari Baznas Kota Sukabumi.
Mengutip keterangan di laman resmi Pemkot Sukabumi, saat ini proses persiapan masih di tahap verifikasi data, dan menunggu kiriman bantua dari Baznas Kota Sukabumi.
"Pengguna ATM Beras nantinya adalah warga yang kurang mampu dan belum mendapatkan bantuan apapun baik dari Pemerintah Pusat maupun Daerah," tulis penjelasan dalam keterangan yang disebutkan.
Baca Juga: Pilu Pemuda di Sukabumi yang Dirantai Karena Diduga ODGJ
Sumber: sukabumiupdate.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?