/
Rabu, 16 November 2022 | 15:00 WIB
Potret pertemuan Presiden Indonesia Joko Widodo dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden (Tangkapan layar YouTube: Sekretariat Presiden)

Sukabumi.suara.com - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 sedang berlangsung di pulau dewata, Bali. Dimulai sejak Selasa, 15 November 2022 sudah banyak keuntungan yang didapatkan oleh Indonesia. 

Presiden Amerika Serikat yaitu Joe Biden mengumumkan bahwa Amerika Serikat berserta pihak lainnya sedang berupaya untuk mengerahkan dana hingga 20 miliar dolar AS untuk dapat membantu Indonesia dalam mengembangkan energi transisi. 

Dilansir dari ANTARA, bahwa dana tersebut merupakan hasil patungan atau kerja sama antara Amerika Serikat, Jepang, institusi keuangan dunia, serta pihak swasta. Kucuran dana tersebut dimaksudkan agar Indonesia dapat mengurangi emisi karbon dengan signifikan, lalu untuk memperluas sektor energi baru dan terbarukan (EBT) dan Pembangkit Listrik. 

“Kami berharap dapat memobilisasi dana sebesar 20 miliar dolar AS untuk mendukung upaya Indonesia mengurangi emisi, mengembangkan jaringan energi baru dan terbarukan, dan membantu para pekerja yang terdampak kebijakan penutupan pembangkit listrik berbasis batu bara (PLTU),” ucap Biden saat menyampaikan sambutan pada pertemuan Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII) dilansir dari ANTARA. 

Bantuan dana tersebut dapat diberikan oleh Amerika Serikat, Jepang, institusi keuangan dunia dan pihak swasta setelah melakukan pertemuan dan pembahasan selama lebih dari 1 tahun. 

Berdasarkan hasil kerja sama tersebut Indonesia diminta untuk dapat mengurangi emisi gas karbon dari sektor energi sebanyak 290 megaton, dengan tenggat waktu hingga 2030. 

Bagi Indonesia, bantuan dana tersebut dapat membantu Indonesia untuk mewujudkan target net zero emission yang diharapkan terwujud pada 2060.

Di sisi lain telah secara resmi meluncurkan Mekanisme Transisi Energi (ETM) Country Platform di Bali, pada Senin (14/11) lalu. ETM sendiri dibuat sebagai bagian dari mekanisme pembiayaan yang dapat mempercepat transisi energi salah satunya melalui pensiun dini PLTU yang berbasis batu bara.

Baca Juga: Apa Itu Apokaliptik? Sekte yang Disebut Picu Kematian Misterius di Kalideres

Load More