/
Kamis, 17 November 2022 | 06:47 WIB
Sukabumiupdate.com

Sukabumi.suara.com - Angin kencang di Sukabumi Utara sebabkan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cicewol yang berada di Cicurug, Kabupaten harus mengalami atap yang ambruk

Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (16/11/2022) sekitar pukul 13.00 WIB.m, atau tidak lama setelah dipulangkannya para siswa dan siswi SDN Cicewol.  

SDN Cicewol sendiri berada di Cicewol di Kampung, Cicewol, RT 04/04, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi. Hudri salah seorang penjaga SDN Cicewol membenarkan kabar ambruknya atap kelas SDN Cicewol.

“Anak-anak sudah pulang. Sekitar pukul 13.00 WIB atap dua ruang kelas ambruk,” ucap Hudri dilansir dari sukabumiupdate.com-jaringan suara.com. 

Hudri menyebutkan jika sebelumnya terdengar suara seperti patahan, yang sempat ia kira gempa. Tetapi tidak lama dari suara patahan, atap 2 ruangan yang bersebelahan ambruk. 

Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam runtuhnya atap kelas SDN Cicewol. Diketahui saat itu di sekolah hanya ada guru dan juga kepala sekolah. 

“Di sekolah hanya ada guru dan kepala sekolah. Alhamdulilah tidak ada yang terkena runtuhan atap yang ambruk," beber Hudri.

Selain itu kedua ruangan belajar yang ambruk ini memang sudah lama tidak digunakan, karena kondisi kelas yang tidak layak. Sebab kelas tersebut memiliki bangunan yang sudah rapuh dan juga sering bocor saat hujan. 

Kepala Sekolah SDN Cicewol, Ateng Sukandar mengatakan dari 3 ruang kelas yang posisinya berjajar itu, hanya 1 yang aman. Dua ruang kelas yang ambruk itu sebelumnya digunakan untuk siswa kelas 2. 

Baca Juga: Bak Wartawan, Aksi Menteri PUPR Aktif Memotret dengan Kamera Saat KTT G20 Jadi Sorotan

“Posisi atap sudah melengkung karena tiang-tiang penyangga rapuh. Beruntung saat ambruk, tidak mengenai bangunan lainnya termasuk rumah warga di samping sekolah,” jelas Ateng.

Ateng juga menyebutkan jika proses belajar mengajar akan tetapi terlaksana, karena dua kelas yang atapnya roboh tersebut memang sudah lama tidak digunakan.  

“Selama ini digilir pagi dan siang, terhitung setiap jam 10.00 WIB mulai silih berganti, agar aktifitas belajar mengajar tetap berjalan,” ucapnya. 

Sumber: sukabumiupdate.com 

Load More