Suara Sumatera - Kedatangan Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Pekanbaru, Riau pada 4-5 Desember mendatang dikabarkan mendapatkan ganjalan, di antaranya izin keramaian dan penolakan mahasiswa.
Ketua Bappilu Partai NasDem Riau, Dedi Harianto Lubis mengatakan pihaknya belum mendapat perizinan tersebut meski telah mengajukan permohonan ke kepolisian.
“Belum mendapatkan izin keramaiannya (untuk kegiatan Pak Anies). Sebenarnya dari kemarin ini hanya persoalan lokasi atau tempat kegiatan,” kata Dedi pada Jumat (2/12/2022).
Menurut Dedi, acara Anies Baswedan direncanakan digelar di Jalan Gajah Mada. Namun, tak mendapatkan izin karena lokasi tersebut ada pelaksanaan balap sepeda Tour de Siak 2022.
Pihaknya mengusulkan memindahkan acara tersebut ke tempat yang tak jauh dari lokasi pertama yakni ke Jalan Cut Nyak Dien. Akan tetapi, juga tak diizinkan lantaran masih dalam lintasan Tour de Siak.
“Kami mau pakai lapangan MTQ di Jalan Jendral Sudirman juga tidak bisa, lantaran di sana ada acara marching band. GOR tidak bisa juga karena dalam renovasi. Akhirnya kegiatan itu kami alihkan ke Jalan Naga Sakti,” ungkap Dedi.
“Pak Wagub (Edy Natar yang juga Politisi Partai NasDem, red) sudah menghubungi Pak Gubernur. Setelah dikonfirmasi ternyata Jalan Gajah Mada maupun Jalan Cut Nyak Dien tidak masuk dalam lintasan Tour de Siak,” sambung Dedi.
Dengan demikian, Dedi menegaskan, pihaknya tetap akan melaksanakan kegiatan Anies Baswedan di ruas Jalan Gajah Mada.
Saat ini, kata dia, pihaknya bersama Kepolisian, Pemprov Riau serta instansi lainnya menggelar rapat untuk membahas perizinan keramaian tersebut.
Baca Juga: Hampir Semua Kader PAN Dukung Ganjar Pranowo, Hasrat Airlangga Jadi Capres 2024 Lewat KIB Kandas?
“Siang ini, kami rapat membahas itu. Nanti perkembangannya kami sampaikan. Kami tetap menggelar kegiatan itu di Jalan Gajah Mada walau tidak dapat izin, dan kami siap bertanggung jawab,” tegas Dedi.
Tak hanya soal permasalahan tempat, acara Anies Baswedan ke Pekanbaru juga mendapat penolakan dari Koalisi Mahasiswa Riau Peduli Demokrasi (KMRPD).
Menurut Dedi penolakan itu bagian dari hak demokrasi seseorang dalam konteks bernegara.
"Kami biasa saja. Penolakan itu biasa dalam berdemokrasi. Ini kan hak demokrasi seseorang juga," ujar Dedi dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Jumat (2/12/2022).
Bagi Dedi, alasan Anies Baswedan akan membawa politik identitas dan dikhawatirkan akan memecah belah harmonisasi masyarakat Riau itu merupakan ketakutan yang berlebihan, terlebih di situasi politik saat ini.
"Biasa lah itu, orang dalam musim politik ini salat saja bisa diklaim berpolitik," singkat Dedi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu
-
Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda
-
Pelibatan TNI di Kopdes Merah Putih Dikritik, Sistem Komando Tak Cocok untuk Koperasi
-
Marc Klok Peringatkan Singapura, Timnas Indonesia Bakal Mengamuk Demi Semifinal Piala AFF 2026
-
Kejagung Geledah Rumah Nurman Herin di Wilayah Bandung, Don Ritto Diperiksa oleh Tim 9
-
KPK: Penyidikan Korupsi CSR BI Satori dan Heri Gunawan Masih Berlanjut!
-
Timnas Indonesia di Ujung Tandung, John Herdman Akui Singapura Ujian Terberat di Piala AFF 2026