- Militer Amerika Serikat menyiapkan opsi serangan baru terhadap Iran di Selat Hormuz jika gencatan senjata gagal mencapai kesepakatan.
- Target potensial meliputi kapal perang Iran, fasilitas infrastruktur strategis, hingga tokoh militer penting Korps Garda Revolusi Islam Iran.
- Pemerintah AS saat ini menerapkan blokade pelabuhan Iran sambil mempertimbangkan peluang pembicaraan damai dalam waktu dekat mendatang.
Suara.com - Militer Amerika Serikat dilaporkan tengah menyiapkan sejumlah opsi serangan baru terhadap Iran, termasuk kemungkinan aksi militer di kawasan strategis Selat Hormuz, apabila gencatan senjata dengan Teheran tidak menghasilkan kesepakatan.
Mengutip laporan CNN pada Kamis (23/4/2026), sejumlah sumber menyebut opsi yang sedang dikaji mencakup serangan terhadap kapal cepat tempur, kapal penyebar ranjau, serta aset perang asimetris Iran yang berpotensi digunakan untuk mengganggu jalur pelayaran di kawasan tersebut.
Selain itu, militer AS juga disebut mempertimbangkan target terhadap fasilitas dengan fungsi ganda di Iran, seperti pembangkit listrik dan jembatan, yang sebelumnya juga pernah disebut dalam skenario tekanan militer era pemerintahan Donald Trump.
Opsi lain yang sedang dipelajari adalah kemungkinan penargetan terhadap tokoh militer dan kepemimpinan Iran, termasuk komandan Ahmad Vahidi dari Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel disebut melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran yang menimbulkan kerusakan serta korban sipil.
Setelah itu, kedua pihak menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April, meski pembicaraan lanjutan di Islamabad dilaporkan berakhir tanpa hasil.
Meski belum ada pengumuman resmi mengenai dimulainya kembali konflik, Washington disebut telah menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Presiden AS Donald Trump pada Selasa juga menyatakan bahwa gencatan senjata akan diperpanjang, namun tekanan ekonomi melalui blokade tetap berlanjut.
Ia juga menyebut peluang pembicaraan damai dengan Iran 'mungkin' terjadi dalam waktu 36 hingga 72 jam ke depan.
Baca Juga: Utusan Trump Usul Iran Diganti Italia di Piala Dunia 2026, FIFA: Mereka Pasti Datang
(Antara)
Berita Terkait
-
Utusan Trump Usul Iran Diganti Italia di Piala Dunia 2026, FIFA: Mereka Pasti Datang
-
Iran Tegaskan Persatuan Nasional di Tengah Ketegangan dengan Amerika Serikat
-
Satu Komando Lawan Agresi: Balasan Menohok Iran atas Retorika Pecah Belah Donald Trump
-
Kenapa Konflik Iran Vs Amerika-Israel Bisa Acak-acak Festival Musik di Indonesia?
-
Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Nama Teddy hingga Maruli Diseret, Saiful Mujani Kritik Kebijakan Presiden Perluas Peran TNI di Sipil
-
Kasus Firli Bahuri Jalan di Tempat: Kejati Kembalikan SPDP Gara-gara Polisi Lewati Batas Waktu!
-
Janda 69 Tahun Tewas Usai Jadi Korban Penipuan Asmara Online, Duit Rp 20 Miliar Hilang
-
PN Jakpus Bereaksi Usai Hakim Kasus Korupsi Chromebook Rp2,1 T Dilaporkan Tim Nadiem Makarim
-
Mencekam! Saksi Ungkap Detik-detik 2 PRT Terkapar di Benhil: Bawa Tas Pakaian dan Sabun Mandi
-
Media Arab Bongkar Tentara Israel Menjarah Rumah-rumah di Lebanon dalam Skala Besar
-
KPK Klaim Punya Wewenang untuk Usulkan Batasan Masa Jabatan Ketua Umum Partai Politik
-
Menhan Sjafrie Kumpulkan Purnawirawan TNI: Bahas Strategi Pertahanan dan Izin Lintas Udara
-
Strategi Baru MA Lawan Korupsi: Gandeng KPK untuk Gembleng 200 Pimpinan Pengadilan
-
Iran Tegaskan Persatuan Nasional di Tengah Ketegangan dengan Amerika Serikat