- Saiful Mujani mengkritik Presiden Prabowo karena membiarkan TNI aktif menduduki berbagai jabatan strategis di sektor sipil dan bisnis.
- Penempatan perwira TNI aktif pada posisi sipil dinilai melanggar UUD 1945 serta mengabaikan prinsip profesionalisme militer pascareformasi.
- Pelibatan TNI dalam proyek pangan dan rencana pembentukan batalyon teritorial dianggap sebagai perluasan fungsi militer yang tidak semestinya.
Suara.com - Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta, Saiful Mujani, mengkritik pembiaran Presiden Prabowo Subianto dalam meluasnya peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di ranah sipil.
Ia menilai sikap tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD), khususnya Pasal 30 ayat 3.
Secara spesifik menyoroti sejumlah penempatan perwira TNI aktif di posisi strategis di luar sektor militer. Beberapa di antaranya ialah Letkol Teddy Indra Wijaya yang menjabat Sekretaris Kabinet, Jend TNI Maruli Simanjuntak sebagai Komisaris Utama PT Pindad, serta Laksamana TNI Muhammad Ali sebagai Komisaris Utama PT PAL Indonesia.
Menurut Saiful, penempatan tersebut tidak sejalan dengan fungsi TNI sebagaimana diatur dalam konstitusi.
“Tentara Nasional Indonesia (AD, AL, AU) adalah alat negara yang bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara," jelas Saiful dalam diskusi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UIN Jakarta, Rabu (23/4/2026).
Saiful menyebut UUD hasil amandemen merupakan semangat reformasi yang menempatkan TNI sebagai institusi profesional yang berada di bawah kendali sipil, bukan terlibat dalam jabatan-jabatan sipil maupun bisnis.
“TNI aktif tidak boleh menduduki jabatan sipil. PT Pindad dan PT PAL itu adalah bidang bisnis, bukan wilayah militer,” ungkapnya.
Selain penempatan jabatan, Saiful juga menyoroti keterlibatan TNI aktif dalam proyek-proyek sipil, termasuk program food estate.
Ia menyebut proyek tersebut berada di bawah Kementerian Pertahanan dan melibatkan anggota TNI aktif sebagai tenaga utama.
Baca Juga: Saiful Mujani Santai Meski Dilaporkan Makar: Kalau Harus Ditahan, Ya Tahan Saja
Padahal, ia menilai bahwa proyek pertanian itu untuk menciptakan swasembada pangan yang termasuk proyek sipil.
"Dan seharusnya dikerjakan oleh profesional pertanian, bukan oleh tentara,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga mengkritik rencana pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan Angkatan Darat dalam jumlah besar. Saiful menilai langkah tersebut menunjukkan adanya perluasan peran militer ke ranah non-pertahanan.
“Negara memperluas jangkauan TNI di wilayah sipil,” kata dia.
Berita Terkait
-
Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan
-
Presiden Prabowo Ingin Perbanyak Jumlah Konser K-Pop di Indonesia
-
Saiful Mujani Santai Meski Dilaporkan Makar: Kalau Harus Ditahan, Ya Tahan Saja
-
Saiful Mujani Kembali Dipolisikan Soal Makar, Kuasa Hukum Bilang Begini
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi