Suara Sumatera - Ada yang berbeda di kunjungan Anies Baswedan di Pekan Baru Riau, Minggu (4/12/2022) kemarin. Kader berseragam PAN mendeklarasi dukungan Anies Baswedan dalam kunjungan di Jalan Gajah Mada, Pekanbaru.
Para kader PAN Riau yang dimotori pengurus DPD PAN Riau Tengku Zulmizan naik ke atas panggung membentangkan spanduk Simpul Relawan PAN!ES yang merupakan kepanjangan dari PAN untuk Indonesia Sejahtera Provinsi Riau.
Tengku Zulmizan mengungkapkan agar DPP PAN memperhatikan arus bawah dalam membuat keputusan terkait Balon (Bakal Calon) Presiden yang akan diusung Pilpresi 2024.
Dia pun mengungkapkan jika Anies Baswedan juga merupakan salah satu kandidat Capres PAN.
Hal ini dikomentari Pengamat Tata Negara, Refly Harun mengungkapkan jika arus bawah yang biasa disebut akar rumput memang cenderung ke Anies Baswedan.
Secara struktural, PAN berkoalisi dengan partai yang digembar-gemborkan mendukung Ganjar Pramono.
"PAN secara struktural ke Ganjar, bisa diduga akar rumput lebih ke Anies Baswedan," ujar Refly Harun di akun chanel YouTube miliknya, Senin (5/12/2022).
Apalagi ia menganalisis jika PAN ialah partai reformasi yang cenderung kelas menengah namun ke 'kanan'. Namun jika melihat dukungan ke Ganjar maka akan terlihat berbeda.
"Ganjar lebih menengah ke kiri," tegas Refly.
Bahkan Refly menyinggung Ketua PAN, Zulkifli Hasan atau Zulhan yang tidak merasa lebih baik dari Ganjar Pranomo. Mengingat Zulhan memiliki sederet pengalaman politik lebih jauh dari Ganjar.
"Apakah Zulhan tidak merasa lebih baik dari Ganjar dengan sederet pengalaman politik baik ketua lembaga, ketua partai, menteri dua lagi. Bahkan, tidak cukup percaya diri, meski menjadi calon Wapres. Malah memilih Erick Thohir yang baru kemarin sore. Kita tidak tahu ada kepentingannya apa," beber Refly Harun.
Dia pun menyebut jika akar rumput PAN berani berbeda dengan pimpinannya. "Akar menantang bos menantang bos sendiri. Merekalah penyelamat partai sesungguhnya," pungkas Refly Harun.
Berita Terkait
-
Upaya Penguasa Jegal Anies Baswedan Jadi Capres, Salah Satunya Menjadikannya Sebagai Tersangka Kasus Hukum
-
UAS Pakai Kaos Bertulis Durian for 2024, Publik Cocoklogi: Dukungan Riau untuk Anies
-
Duet Anies-Mahfud Mencuat, Ambisi Demokrat Usung AHY di Pilpres 2024 Pupus?
-
Disambut Antusias Warga, Anies Baswedan: InsyaAllah Riau Dapat Kita Menangkan
-
Ramai Duet Anies-AHY, Bagaimana Kalau Anies-Mahfud MD?
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci