/
Rabu, 07 Desember 2022 | 16:44 WIB
Anak menggunakan gadget. (Shutterstock)

Suara Sumatera - Para orang tua diimbau untuk mewaspadai penggunaan Gawai pada anak saat usia pertumbuhan.

Juru bicara BSSN Ariandi Putra mengatakan, penelitian terbaru menemukan sekitar 30 persen anak di bawah usia enam bulan sudah mengalami paparan gawai secara rutin dengan rata-rata waktu 60 menit per hari.

Sementara pada usia dua tahun, sembilan dari sepuluh anak mendapat paparan gawai yang lebih tinggi dan berpotensi membuat mereka mengalami SDD.

"Potensi gawai merusak otak anak bisa lebih tinggi jika anak terkena paparan gawai sejak dini," katanya melansir Antara, Rabu (7/12/2022).

Gawai juga dapat menjadi potensi utama merusak otak anak dan mengganggu proses tumbuh kembang anak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat data yang menggambarkan besarnya dampak anak yang terlalu sering menggunakan gawai.

Anak juga akan mengalami kurang tidur sehingga kemampuan untuk fokus sangat rendah. Anak cenderung tidur pada siang hari dan terjaga saat malam hari karena setiap penggunaan gawai selama 15 menit dapat mengurangi waktu tidur anak sekitar 60 menit.

"Hal yang menyenangkan belum tentu baik untuk anak ke depannya. Selalu ingat bahaya dan betapa ruginya anak jika ketergantungan (gawai)," pesannya.

Dampak lain adalah terjadinya speech delay (terlambat berbicara) pada anak, mengalami masalah dalam tumbuh kembang fisik anak, seperti berat badan turun atau justru naik dengan drastis, sakit kepala, kurang gizi, dan insomnia.

Dapat pula menimbulkan masalah penglihatan dan masalah tumbuh kembang anak, seperti kecemasan, perasaan kesepian, rasa bersalah, isolasi diri, dan perubahan mood yang drastis.

Baca Juga: Kapan Tes TKD dan Akhlak BUMN 2022 Batch 2? Cek Kumpulan Contoh Soalnya

"Jangan biarkan ini terus dilanjutkan karena akan merugikan orang tua dan anak, bahkan orang-orang di sekitar. Masa depan anak menjadi bergantung pada keputusan orang tua saat ini," katanya.

Load More