/
Kamis, 08 Desember 2022 | 11:50 WIB
Anies Baswedan. (ANTARA)

Suara Sumatera - Rencana kedatangan Anies Baswedan di kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditolak oleh segelintir mahasiswa. Hal ini membuat pengamat politik, Rocky Gerung geram. 

Kedatangan Anies Baswedan ke daerah-daerah secara politis, memang ingin menguji elektabilitasnya. Karena itu, Rocky Gerung memberikan pesan dengan mengapresiasi pemikiran BEM Universitas Indonesia (BEM UI) yang akan memperdebatan dalih-dalih KUHP yang baru disahkan.

"Beda BEM UI (berdebat dalih KUHP) dan BEM yang menghalangi Anies Baswedan, itu jahat," celetuk Rocky Gerung di akun kanal YouTube saat diwawancarai Hersubeno Arief.

Rocky mengungkapkan hak warga negara telah diatur dalam undang-undang, baik hak dipilih maupun dipilih. Apakah nanti Anies dipilih atau tidak dipilih, lalu apakah nanti memenuhi syarat Capres atau tidak memenuhi dukungan partai pada Pilpres 2024, maka itu hal lain.

"Anies itu datang ke daerah, memang menguji elektabilitasnya," sambung Rocky Gerung

"Apakah nanti dipilih atau tidak dipilih (dipilih warga). Didukung partai atau lainnya, itu soal syarat. Tapi kan ini hak warga ingin memimpin negara juga harus dilindungi," tegas Rocky Gerung.

Bahkan disebutkannya hak menjadi Presiden bukan suatu bentuk kejahatan kriminal, namun hak untuk diuji pemikirannya.

"Dimensi masyarakat itu, ada hasrat politik. Ganjar pun boleh mengutarakan niatan ingin menjadi presiden, Puan, Erick Thohir dan lainnya. Jadi jangan dilarang Anies datang itu buruk dalam berdemoktrasi. Harus Anies diundang masuk, berdebat," ujar Rocky Gerung.

Hal paling etis berpolitik bagi mahasiswa yang menolak Anies Baswedan, Rocky menyarankan bisa dilakukan melalui perdebatan yang sehat.

Baca Juga: Luis Milla Soroti Sikap Pemain Persib usai Lumat Persik, Haram Dilakukan Jika Ingin Juara

"Mahasiswa tidak boleh melarang. Itu buruk dalam tradisi akademis, karena Anies Baswedan datang dengan pemikiran. Anies bisa diusir setelah memberikan pemikiran, jika pemikiran soal kebangsaan salah. Setiap orang harusnya diberi hak mengutarakan pemikiran. Jika kalian tidak suka maka tinggalkan," bebernya.

"Karena yang didengar pemikiran. Jika tidak suka, bantah. jika tidak suka, jangan datang. Jangan orangnya disuruh pulang," sambung Rocky kemudian.

Rocky pun kemudian memuji kota Makasar yang sebenarnya punya sejarah mahasiswa pemberani namun cara berfikir nan tepat. "Ada sejarahnya 98 itu, Makassar, Medan, baru Jakarta bergejolak," ujar Rocky dengan nada geram.

Karena itu, ia mengajak mahasiswa lebih fokus mengkritisi KUHP yang sangat berpotensi menjerat orang-orang pemberani berkritik sekaligus menyampaikan pendapatnya.

"Masyarakat dan mahasiswa fokus ini pada KUHP yang melarang orang mengkritisi," harapnya.

Load More