Suara Sumatera - Center for Political Communication Studies (CPCS) melakukan survei elektabilitas partai politik. Hasilnya, Partai Demokrat dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengalami kenaikan.
Survei dilakukan pada 1-8 Desember 2022, diikuti 1.200 responden di 34 provinsi. Pengumpulan data dengan cara wawancara tatap muka.
Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Partai Demokrat mengalami lonjakan dari 5,6 persen menjadi 7,5 persen. Sedangkan PSI dari 5,6 persen menjadi 5,8 persen.
"PDIP turun dari 19,5 persen menjadi 18,8 persen, namun tetap unggul di posisi pertama. Gerindra dari 13,2 persen menjadi 11,6 persen," kata Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta melansir Antara, Kamis (15/12/2022).
Sementara itu, Golkar dari 8,8 persen menjadi 7,3 persen, PKB dari 7,1 persen menjadi 6,3 persen dan PKS dari 6,0 persen ke 5,0 persen).
Menurut Okta, belum ada perubahan signifikan dalam setahun terakhir. PDI Perjuangan dan Gerindra masih berada di posisi unggul. Begitu juga dengan Golkar, PKB, dan PKS. Dinamika juga terjadi di mana PKS sempat naik pada Agustus 2022, tetapi kini kembali turun.
"Ada faktor lain, Demokrat dan PKS tengah berebut posisi memimpin dalam Koalisi Perubahan untuk pencapresan Anies Baswedan," jelasnya.
Gerindra yang mengusung Prabowo secara resmi belum mengumumkan capres dan cawapres yang bakal diusung bersama PKB. Demikian pula dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
Baca Juga: Jalan Poros Desa di Cihara Lebak Longsor, Akibat Diguyur Hujan Deras
"Hanya PSI yang telah mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai capres," ucapnya.
Hingga saat ini belum ada partai maupun koalisi lain yang secara resmi mengusung Ganjar.
"Langkah PSI paling awal mendukung Ganjar bisa menjadi terobosan bagi partai-partai lain," katanya.
Berita Terkait
-
Demokrat Dianggap Partai Paling Moderat: Tidak Terlalu Religius, Tidak Terlalu Nasionalis
-
Daftar Lengkap Nomor Urut Parpol Pemilu 2024, Ada 23 Partai
-
Demokrat Dapat Nomor Urut 14, AHY: Saya Ingin Hadirkan Sebuah Semangat 14, Kami Rangkai dengan Huruf S dan P
-
Demokrat Tetap dengan Nomor Urut Lamanya, AHY: Kami Rangkai dengan S dan P, S14P
-
Benny Harman Sebut Alasan Penundaan Pemilu Makin Kencang: Penguasa Cemas Anies Jadi Presiden
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
Terkini
-
Sultan HB X Buka Suara Kasus Korupsi Lurah Condongcatur, Jika Dibiarkan, Tanah Kas Desa Bisa Habis
-
Terkuak! Ini Alasan Prabowo Copot Dadan Hindayana Cs Sebelum Akhirnya Ditahan Kejagung
-
Mindful Consumption: Prinsip Mahal di Era Digital, Kamu Bisa Terapkan?
-
Jelang Perilisan, Tom Holland Ngaku Nunggu Hadirnya Spiderman Generasi Baru
-
7 Fakta Iwan Tuaji, Wabup PALI dari NasDem yang Kini Diperiksa Kejati Sumsel
-
Detik-detik Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Masuk Mobil Tahanan
-
Elkan Baggott Bakal Dilepas Ipswich Town Musim Depan, Bisa Dipinjamkan Atau Pergi Permanen
-
OTT Imigrasi Jakarta Barat, KPK Masih Lacak Keberadaan Silmy Karim
-
Writing with Fire Bukan Film, Mengulik Orang-Orang yang Menolak Dibungkam
-
Dirikan Brand Minyak Telon, Alumni Geografi UGM Berhasil Pasarkan Produk hingga Asia Tenggara