/
Jum'at, 23 Desember 2022 | 09:58 WIB
Ilustrasi Putri Chandrawathi. Aktivis Perempuan tak percaya Putri Candrawathi korban pemerkosaan. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Suara Sumatera - Terdakwa pembunuhan Putri Candrawathi memang kedapatan menangis beberapa kali. Dia mengungkapkan sambil menangis sebagai korban pemerkosaan yang dilakukan ajudannya sendiri, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Peristiwa pemerkosaan dilakukan korban di rumah Magelang yang kemudian menjadi dendam terjadi pembunuhan atas brigadir J tersebut. Tidak hanya sekali, beberapa kali Putri memperlihatkan ekspresi sedih dan menangis.

Belakangan tangisan menyebutkan Putri Candrawathi menyebutkan sangat menyesalkan jika Polri yang selama ini dibanggakan menggelar pemakaman bagi pelaku pemerkosaan. Selain itu, ia mengungkapkan selain diperkosa, Brigadir J juga membanting tiga kali.

Pakar Mikro Ekspresi Kirdi Putra di YouTube KOMPASTV menyebut Putri dan suaminya, Ferdy Sambo, memperlihatkan gestur yang sama. Bahasa tubuh yang diperlihatkan keduanya sangat minim.

"Nggak ada yang salah dengan itu, tapi itu penanda seseorang membatasi bahasa non-verbal karena dia lebih hati-hati," terangnya.

Menurut Kirdi, gestur belakangan dipraktikkan oleh pasangan suami istri tersebut terlihat sangat berhati-hati. Sementara untuk Putri terlihat jawaban yang diberikan terkesan hapalan.

"Karena itu, jawaban harus hati-hati," ungkap Kirdi.

Sidang Ferdy Sambo ; Putri Candrawathi (sumber: Suara.com/Alfian Winanto)

Kirdi menyebut istri Sambo itu benar-benar menunjukkan ekspresi sedih namun kesedihan bukan pada korban pemerkosaan.

"Sementara ketika bicara tentang Brigadir Yosua yang diklaim sebagai pelaku, itu sudah dari sebelum-sebelumnya nggak ada ekspresi yang luar biasa. Nggak ada ekspresi sedih, takut, malu. Ketiga ekspresi lainnya ini nggak muncul ketika Putri Candrawathi menangis," sambungnya.

Baca Juga: 'Tampar' Luhut Soal OTT, Adhie Massardi: Lihat Kasus Sambo! Bangsa Ini Nyaris Tak Punya Etika Kekuasaan

"Karena dia mengalami trauma, maka dia cenderung mengulang kejadian tersebut, apalagi dia di-trigger (lewat) pertanyaan langsung," tutur Kirdi.

Kirdi menyimpulkan dua hal terkait analisis mikro ekspresinya, yakni berhati-hati, dan belum seluruh pertanyaan dijawab detail.

Load More