/
Kamis, 05 Januari 2023 | 20:57 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (istimewa)

Suara Sumatera - Pihak istana disebut makin ketakutan dengan berbagai manuver yang dilakukan Anies Baswedan. Hal ini disebut Pengamat Politik Rocky Gerung kembali mengeluarkan pernyataan yang cukup 'nyelekit' dengan dinamika perpolitikan di Indonesia.

Ia mengatakan mantan menteri pendidikan itu bahkan membuat istana sampai melakukan rapat yang berisi oligarki bersama lembaga survei.

Anies Baswedan makin membuat istana menggelar rapat rutin yang berusaha mendatangkan skema terus menerus agar bertemunya kepentingan oligarki dan lembaga survei.

“Kira-kira begitu kita bisa bayangkan di istana itu setiap jam empat sampai maghrib itu ada rapat di antara dua menteri utama, tiga oligarki dan lima lembaga survei,” ucapnya.

Dalam rapat itu dibahas mengenai elektabilitas bakal capres dari partai NasDem itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta minat investor pada Pilpres 2024 nanti.

“Saya bayangkan begitu saja itu ada ruang di situ rapatlah mereka untuk mengukur tiga hal, pertama elektabilitas Anies, kedua elektabilitas Ganjar dan ketiga minat investor asing,” ungkapnya.

Dari ketiga hal yang diukur itu membuat istana frustasi karena elektabilitas Anies terus meningkat.

“Tiga yang diukur, dan ketiganya menunjukkan bahwa hasilnya bikin frustrasi. Jadi itu yang dievaluasi tiap hari di istana, elektabilitas Anies naik terus elektabilitas, Ganjar turun terus dan minat investor justru drop sama sekali,” tutur ahli filsafat ini.

Ketiga hal tersebut membuat istana frustasi sehingga mencoba mewacanakan penundaan pemilu hingga menggiring kasus di KPK.

Baca Juga: 5 Cara Mempraktikan Sleep Hygiene, Bisa Perbaiki Kualitas Tidur!

“Orang anggap bahwa kita juga bagian dari konspirasi istana kan, kan enggak boleh kita sebutin secara lengkap supaya kita tahu bahwa kita dapat bocoran dari konspirasi,” tandasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More