Suara Sumatera - Partai NasDem memang lebih dahulu mencalonkan calon presiden (Capres) 2024 dengan mengusung Anies Baswedan. Situasi ini dinilai Adian Napitupulu terlalu cepat, sehingga tidak berorientasi pada kepentingan rakyat.
Mendeklarasikan Anies Baswedan lebih cepat hanya berorientasi pada kepentingan politik semata. Sementara saat ini masih banyak masalah di tengah masyarakat yang harus diselesaikan.
"Kalau misalnya dibilang, 'Ya itu hak saya', ya betul. Tapi kalau kalian bicara presiden ini buat rakyat, kenapa tidak pikirkan rakyatnya dulu?" tandasnya.
"Yuk kita turun, yuk kita lihat ke bawah, bagaimana beratnya persoalan hidup rakyat. Kalau kita turun ke bawah, bicara dengan rakyat, kita lihat bagaimana beratnya mereka menghadapi hidup hari ini, karena pandemi, potensi krisis, dan sebagainya, kayanya nggak pantas kita bicara presiden hari ini," jelas Adian di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia
Dia secara blak-blakan pun mengungkapkan tidak akan memilih Anies.
"Buat Bung Adian, kalau Anies ini menjadi capres, saya tidak mengatakan setuju atau enggak, tapi bagus atau enggak sih?" tanya Zulfan yang potongan videonya kembali dibagikan di media sosial Twitter.
Adian pun mengaku masih harus mempertimbangkan banyak hal bila Anies menjadi capresnya.
"Gimana ya? Ada banyak hal yang harus ditanya sama dia tentang sikapnya terkait banyak hal," tutur Adian.
"Kalau berdasarkan yang saya tahu sekarang, saya tidak setuju. Misalnya saya ditanya, 'Lu mau milih nggak?' (saya jawab) enggak. (Ditanya) 'Lu milih Anies nggak?' (saya jawab) enggak," sambungnya dengan penuh keyakinan.
Baca Juga: Klaim Sudah Sesuai Prosedur, Densus 88 Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Tersangka John Sondang
Adian blak-blakan mengaku kinerja Anies selama menjadi Gubernur DKI Jakarta menjadi salah satu hal yang dijadikan pertimbangan sebelum memilih Anies.
"Tapi terlepas daripada itu, kalau saya pikir, aduh... ampun deh," ujar Adian.
Berita Terkait
-
Upaya Jegal Anies Baswedan Berlanjut, Sinyal Bandar Makin Mau Majukan Ganjar Pranowo Jadi Presiden
-
'Seolah Pahlawan Baru' Fahri Hamzah Kuliti Jejak Anies Dompleng ke Penguasa: Dari SBY, Jokowi, Prabowo hingga Paloh
-
CEK FAKTA: Benarkah Orang yang Bersama Bung Karno dan Jenderal Soedirman Ini Kakek Anies Baswedan?
-
CEK FAKTA: Terbukti Korupsi saat Jadi Gubernur DKI, Rumah Anies Baswedan Disita KPK, Benarkah?
-
Rekam Jejak 'Cari Aman' Terlihat Sejak Zaman SBY, Fahri Hamzah Yakin Anies Tak Berani Bicara Ekstrem
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
Terkini
-
Namanya Masuk Radar Bos OJK, Misbakhun Ogah Berandai-andai
-
Pemain Naturalisasi ke Super League: Kemajuan atau Kemunduran? Netizen Terbelah
-
Bidik Final Piala Asia Futsal 2026, Hector Souto Pasang Target Tertinggi untuk Timnas Indonesia
-
Panduan Lengkap Bermain Padel untuk Pemula: Peralatan dan Teknik Dasar
-
Pemain Baru Persib Berpeluang Tampil Lawan Malut United
-
Profil Jonathan Sirois: Kiper Rp5 Miliar Pengganti Maarten Paes di FC Dallas
-
Syahganda Nainggolan: Langkah Prabowo di Board of Peace Bentuk Realisme Politik
-
Pramoedya dan Cerita Calon Arang: Pintu Masuk Menuju Dunia Sang Maestro
-
Kerabat Bantah Ressa Hidup Hedon di Banyuwangi, Bongkar Kehidupan Tanpa TV dan Kulkas
-
50 Kode Redeem FF Terbaru 4 Februari 2026, Klaim Bundle Keren & Mencekam Gratis