/
Rabu, 11 Januari 2023 | 17:08 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD. (Twitter)

Suara Sumatera - Menkopolhukam Mahfud MD buka suara soal penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe. Mahfud menegaskan penangkapan Lukas murni penegakan hukum. 

"Ini murni merupakan langkah penegakan hukum yang sudah lama didiskusikan dan selalu tertunda, karena Lukas menyatakan diri dan dinyatakan oleh dokter bahwa sedang sakit. Jadi ini sama sekali tidak ada kepentingan selain urusan hukum," kata Mahfud melansir Antara, Rabu (11/1/2023).

Dirinya mengimbau semua pihak memahami hal itu dan tidak lagi mempertentangkan antara penegakan hukum dengan perlindungan hak asasi manusia (HAM).

"Penangkapan ini terlambat karena dulu kan Lukas katanya sakit. Menurut hukum, orang sakit itu tidak boleh dipaksa untuk diperiksa apalagi ditahan dan itu harus minta rujukan dokter," ujarnya.

Namun, Lukas Enembe ternyata melakukan aktivitas seperti orang yang tidak sakit, seperti meresmikan gedung dan berbagai kegiatan lain.

"Sehingga sesudah berkonsultasi dan membicarakan dengan saya (dan) ketua KPK pada 5 Januari 2023, diputuskan bahwa Lukas Enembe ditangkap dengan tetap memperhatikan sepenuhnya perlindungan atas hak asasi manusia," ungkapnya.

Jika nanti Lukas dinyatakan sakit oleh tim dokter, maka KPK akan bertanggung jawab untuk membawanya ke rumah sakit.

"Bahkan jika harus ke luar negeri karena misalnya keahlian itu ada di Singapura, Pemerintah juga bisa mengantar dan mengawal ke Singapura; tidak boleh berangkat sendiri," katanya.

Siapkan pengganti Lukas Enembe

Baca Juga: Tak Jadi Pemeran Utama, Momen Ganjar Mati Kutu Dicuekin Megawati saat HUT PDIP

Mahfud menjelaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan pejabat sementara di Papua untuk menggantikan Lukas Enembe.

"Ya, sudah ada langkah-langkah alternatif. Pokoknya, Pemerintah tidak boleh macet. Pemerintahan harus tetap jalan," katanya.

Menurut Mahfud, Pemerintah sudah lama menyiapkan langkah-langkah alternatif yang benar secara yuridis.

"Kami sudah bicara dengan Kemendagri, panglima TNI, kapolri, menkes, dan lainnya. Kami sudah rapat, nanti ditunggu saja langkah berikutnya," katanya.

Load More